POLRI

IMG-20260116-WA0176

Polres Indramayu Lakukan Assessment Jalur dan Penentuan Pos Operasi Ketupat 2026

Buser Bhayangkara74

Indramayu — Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan assessment atau survei jalur sekaligus penentuan titik Pos Operasi Ketupat 2026 sebagai langkah awal kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026. Jumat (16/1/2026)

Kegiatan ini dilakukan lebih dini guna memastikan kesiapan infrastruktur dan skema pengamanan yang optimal.

Assessment dipimpin oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. diwakili Kabag Ops Polres Indramayu KOMPOL Eko Susilo, S.H., M.H., bersama jajaran perwira terkait, di antaranya Kanit Kamsel Sat Lantas IPDA Vikki Deska Nurdian, S.H., Kanit Paminal IPDA Sudarman, S.H., Kanit Provos IPDA Agus ST., KBO Sat Samapta IPDA Tri Prasetyo Tatang Wibowo, S.H., serta Kanit Turjawali Sat Lantas IPDA Zacky.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan assessment ini merupakan bagian dari perencanaan awal Operasi Ketupat 2026 agar pelaksanaan pengamanan berjalan maksimal.

“Langkah awal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, jalur, serta skema pengamanan sejak dini, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik dapat terjaga,” ujar AKP Tarno.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan sejumlah titik yang direncanakan menjadi pos pengamanan dan pelayanan, meliputi Pos Simpang Tiga Karangampel, Pos SPBU Krangkeng, Pos PJR Jatibarang, Pos Pasar Tulungagung Sukagumiwang, Pos Widasari, Pos Pasar Patrol, Pos Kandanghaur, Pos Jembatan Timbang Losarang, Pos Lingkar Lohbener, hingga Pos Sukra.

Assessment ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (black spot), rawan kemacetan (trouble spot), serta jalur yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, mengingat masih berada dalam musim hujan.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menentukan lokasi strategis pendirian Pos Terpadu, Pos Pelayanan, dan Pos Pengamanan agar respons terhadap pemudik dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Tak hanya itu, tim juga mengecek kesiapan infrastruktur pendukung, seperti kondisi fisik jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), jalur alternatif, hingga kesiapan kantong parkir di sepanjang jalur utama mudik, khususnya jalur arteri Pantura.

Perhatian khusus diberikan pada potensi hambatan seperti pasar tumpah dan perlintasan kereta api, terangnya.

AKP Tarno menambahkan, dalam melakukan assessment ini Polres Indramayu tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan unsur terkait guna memastikan hasil perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi.

“Langkah cepat ini bertujuan untuk mewujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Berkesan bagi masyarakat, dengan meminimalkan risiko kecelakaan serta kemacetan panjang saat arus mudik dan balik nanti,” pungkasnya.

Masta - Indramayu

IMG-20260110-WA0059

Percepat Infrastruktur Pedesaan di Jepara, Polres Bangun Jembatan Penghubung Antar Dukuh

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, resmi memulai proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Dukuh Krajan dengan Dukuh Bleber di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, pada Jumat (9/1/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran Polri dalam membantu percepatan infrastruktur pedesaan guna mendukung mobilitas masyarakat.

Infrastruktur ini menjadi sangat krusial mengingat jembatan yang ada sebelumnya telah terputus sehingga menghambat aktivitas harian penduduk di kedua dukuh tersebut.

Jembatan ini merupakan jalur penting bagi para petani untuk mengakses lahan pertanian dan mengangkut hasil panen, sekaligus menjadi akses vital bagi masyarakat.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso mengatakan, bahwa pembangunan ini didasari oleh niat baik untuk memulihkan aktivitas harian masyarakat yang sempat terhambat.

”Kami dari Polres Jepara bersama masyarakat Desa Bucu, Kecamatan Kembang, khususnya Dukuh Krajan dengan Dukuh Bleber, melaksanakan niat baik untuk membangun jembatan,” ujarnya.

Kapolres Jepara menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pelayanan publik di daerah.

Presiden sebelumnya telah mengimbau Polri serta instansi terkait untuk turun langsung ke lapangan guna membantu pembangunan fasilitas umum yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, terutama di wilayah yang mengalami kendala aksesibilitas.

Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dengan masyarakat dalam pemulihan fasilitas publik.

"Kami terinspirasi dari yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo, semoga bisa memudahkan warga masyarakat yang juga melaksanakan kegiatan di berbagai sektor," ucapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat dimulainya proses pembangunan jembatan yang sempat terputus tersebut.

Warga dari kedua dukuh tersebut sepakat untuk berkontribusi aktif dalam proses pengerjaan dengan metode gotong royong bersama personel Polres Jepara serta stakeholder terkait demi mempercepat penyelesaian fasilitas vital ini.

Pihak desa menyatakan bahwa dukungan dari kepolisian sangat membantu meringankan beban warga yang selama ini kesulitan akibat putusnya akses jalan.

Dengan keterlibatan Polri, pengerjaan jembatan dipastikan akan berjalan lebih terstruktur dengan pengawasan yang maksimal agar hasilnya kokoh dan aman bagi kendaraan pengangkut hasil tani.

Sementara itu, warga Dukuh Krajan dan Dukuh Bleber Desa Bucu pun mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kepolisian.

Menurutnya, keterlibatan Polri memastikan pembangunan berjalan lebih terstruktur dengan pengawasan maksimal.

”Warga siap untuk mendukung, nanti bersama-sama gotong royong,” ucap perwakilan warga Dukuh Krajan dan Dukuh Bleber Desa Bucu.

Chris-Jateng

IMG-20260108-WA0524

Polres Jepara Gelar Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, pada Kamis (8/1/2026).

Panen ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Asta Cita Presiden RI sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso dengan dihadiri Kepala BPS Jepara Isnaini, Kepala DKKP Jepara, jajaran pejabat utama dan personel Polres Jepara, Forkopimcam Donorojo, perangkat desa, kelompok tani dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jepara AKBP Erick menekankan, panen raya ini menunjukkan keterlibatan langsung Polri dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, salah satunya melalui ketahanan pangan. Harapannya, kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Panen jagung serentak tersebut menjadi penanda keberhasilan kolaborasi Bhabinkamtibmas, kelompok tani dan pemerintah desa melalui pola kemitraan serta pendampingan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan petani.

“Polres Jepara terus mendorong agar program penanaman jagung ini dapat berkelanjutan. Hasil panen bukan hanya membantu petani, tetapi juga memperkuat stok pangan nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Ripin selaku perwakilan Gapoktan Desa Banyumanis menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen mendukung kelompok tani agar produktivitas tetap terjaga. Ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Jepara atas pendampingan yang telah diberikan.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Humas AKP Dwi Prayitna mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca yang belum stabil.

“Seiring dengan cuaca yang belum kondusif (pancaroba), selalu semangat dalam berkarya menjadi petani berani berubah,” kata AKP Dwi.

Selain panen, Polres Jepara juga memberikan bantuan sosial (Bansos) paket sembako untuk masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan sarana bertukar informasi dengan masyarakat, serta imbauan terkait keamanan dan ketertiban lingkungan.

Chris-Jateng

IMG-20260108-WA0016

Sejumlah Kapolsek di Jepara Berganti, Kapolres Pimpin Langsung Upacara Sertijab

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, kembali melakukan penyegaran struktur organisasi melalui serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Kapolsek jajaran.

Upacara sertijab dipimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso di aula Mapolres setempat, pada Rabu (7/1/2026).

Rotasi jabatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam menjawab tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang, sekaligus menjaga kesinambungan kepemimpinan di tingkat satuan kerja.

Kapolres Jepara AKBP Erick menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kinerja institusi.

“Kegiatan ini merupakan hal yang wajar dan strategis untuk menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Sertijab menjadi kebutuhan organisasi guna menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan profesionalisme personel,” ujarnya.

Dalam rangkaian sertijab tersebut, jabatan Kapolsek Pecangaan resmi diserahterimakan dari AKP Subandi kepada AKP Bambang Suroyo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Dalops Bag Ops Polres Jepara. Untuk AKP Subandi diketahui telah memasuki masa purna tugas atau pensiun.

Selanjutnya, jabatan Kapolsek Batealit resmi diserahterimakan dari AKP Sri Raharjo kepada AKP Khasin Faiz yang sebelumnya menjabat Kasubbag Faskon Bag Log Polres Jepara.

Kini AKP Sri Raharjo menjabat sebagai Kasubbag Dalops Bag Ops Polres Jepara dan jabatan Kasubbag Faskon Bag Log Polres Jepara diisi oleh Iptu Sucipto yang sebelumnya menjabat sebagai KBO Satbinmas Polres Jepara.

Lalu, jabatan Kapolsek Pakis Aji yang semula diisi Iptu Cahyo Susilo kini diisi oleh Iptu Sutrisno yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Samapta Polsek Kalinyamatan. Iptu Cahyo Susilo kini mendapatkan tugas baru sebagai Paurmin Bagops Polres Jepara.

Rotasi juga menyentuh wilayah Selatan Jepara. Jabatan Kapolsek Welahan yang sebelumnya diemban Kompol Lukman Fuadi karena telah memasuki masa purna tugas atau pensiun, kini diserahterimakan kepada Iptu Seno Sumardjono, yang sebelumnya menjabat Kanit Reskrim Polsek Welahan.

Sementara itu, posisi Kapolsek Mayong yang semula diemban AKP Yusron karena telah memasuki masa purna tugas atau pensiun, kini dipegang Iptu Suyatmoko, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kalinyamatan.

Jabatan Kapolsek Kalinyamatan selanjutnya diemban Iptu Hery Sutanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Samapta Polsek Jepara Kota.

Kapolres Jepara menegaskan bahwa rotasi ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan optimal, responsif, dan humanis di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di lingkungan Polres Jepara.

“Kepada pejabat baru, saya ucapkan selamat bertugas. Segera beradaptasi, lanjutkan program yang sudah berjalan, dan tingkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Chris-Jateng

IMG-20260108-WA0051

Fasilitasi Pernikahan Tahanan, Polres Jepara Berikan Sentuhan Kemanusiaan

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Suasana haru menyelimuti prosesi akad nikah seorang tahanan Polres Jepara, Jawa Tengah, yang digelar di Masjid Jami' Kholilurrohman Mapolres setempat, pada Rabu (7/1/2026) pagi.

Keluarga pengantin tak berhenti menitikkan air mata sepanjang prosesi akad nikah yang berlangsung sekitar 30 menitan itu.

Diketahui, tahanan yang melangsungkan pernikahan yaitu FA (22) warga Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Dia melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya berinisial PA (22) warga Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Sedianya pasangan tersebut sudah menjadwalkan tanggal pernikahan. Namun karena FA terlibat tindak pidana kekerasan di muka umum secara bersama-sama (pengeroyokan), sehingga harus menjalani proses hukum dan ditahan di ruang tahanan Mapolres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan kebijaksanaan memfasilitasi tahanan untuk melangsungkan pernikahan di Mapolres Jepara karena setiap warga negara berhak menikah.

“Ini merupakan salah satu wujud pelayanan kami dari Polres Jepara setelah adanya pengajuan pernikahan dari pihak keluarga tahanan,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Humas AKP Dwi Prayitna menyampaikan, bahwa proses pernikahan menghadirkan pihak penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Selain itu, hadir pihak keluarga dan masing-masing saksi dari kedua belah pihak.

Kasihumas berharap kedua mempelai bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Walaupun mempelai laki-laki masih harus menjalani proses hukum akibat perbuatannya.

“Selesai akad nikah kemudian tahanan kembali dimasukkan ke ruang tahanan Mapolres Jepara,” pungkasnya.

Chris-Jateng

IMG-20260107-WA0075

Kebakaran Hebat Melanda PT Gudang Pijar Sukma Furniture di Jepara, Asap Hitam Membubung dan Warga Panik

Media74.id

Jepara- Kebakaran hebat melanda gudang produksi PT Pijar Sukma Furniture di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Selasa sore (6/1/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat disertai asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, menciptakan suasana mencekam dan menyedot perhatian ratusan warga sekitar.

Kanit Turjawali Polres Jepara, Ipda Eko Sutrisno, yang berada langsung di lokasi kejadian, melaporkan bahwa kebakaran terpantau sekitar pukul 17.53 WIB di kawasan perempatan Kecapi arah timur menuju Lebak, Kecamatan Pakisaji.

“Kami mengimbau masyarakat Jepara, khususnya pengguna jalan yang hendak menuju ke arah Lebak maupun dari Kecapi, agar menghindari jalur tersebut sementara waktu demi keselamatan,” tegas Ipda Eko Sutrisno di lokasi kejadian.

Api dengan cepat merambat bangunan gudang produksi yang diduga berisi material mudah terbakar. Suara letupan beberapa kali terdengar dari dalam bangunan, memperkuat dugaan adanya bahan produksi yang memicu cepatnya kobaran api. Sebagian atap gudang runtuh, membuat warga hanya bisa menyaksikan dari jarak aman.

Kepulan asap tebal bahkan terlihat dari jarak lebih dari satu kilometer, membuat warga berdatangan secara spontan. Ratusan orang tampak berkerumun di sekitar lokasi, baik dari lapangan belakang gudang maupun tepi Jalan Raya Kecapi, sebagian untuk memastikan sumber asap, sebagian lainnya menyaksikan langsung amukan si jago merah.

Gudang PT Pijar Sukma Furniture sendiri berada di kawasan Prapatan Tuyem, RT 41/RW 7, Desa Kecapi, dengan tembok pembatas setinggi sekitar tiga meter, sehingga menyulitkan upaya pemadaman dari luar area.

Menurut keterangan warga setempat, asap pertama kali terlihat saat aktivitas pabrik telah berakhir dan karyawan sudah pulang.

“Awalnya asap dulu yang kelihatan. Waktu itu karyawan sudah bubar karena memang sudah jam pulang. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Petugas Pemadam Kebakaran segera tiba di lokasi dan berjibaku memadamkan api, dibantu warga sekitar. Mobil damkar keluar masuk area pabrik, sementara selang air digelar dari berbagai sisi untuk mengisolasi titik api agar tidak merembet ke bangunan lain. Namun, proses pemadaman sempat terkendala konstruksi bangunan yang tertutup rapat serta material seng dan baja ringan.

Warga memperkirakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, dan pada pukul 17.00 WIB api sudah dalam kondisi besar dan sulit dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun total kerugian materiil, dan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Ipda Eko Sutrisno menegaskan bahwa aparat kepolisian tetap siaga di lokasi untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

“Kami terus berada di lokasi untuk pengamanan dan pengaturan. Terima kasih kepada masyarakat yang tetap tertib dan membantu sesuai kemampuan,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan sekadar musibah materi, melainkan ancaman serius bagi keselamatan manusia dan lingkungan sekitar.

Chris-Jateng

IMG-20260107-WA0078

Polisi Lakukan Operasi Miras di Jepara yang Berkedok Warung atau Toko Kelontong

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Dalam upaya menciptakan ketertiban dan keamanan diwilayah Kabupaten Jepara, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melalui Polsek jajaran kembali menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli dan penertiban peredaran minuman keras ilegal yang berkedok warung atau toko kelontong, pada Selasa (6/1/2026).

Terlihat, ratusan botol minuman keras (miras) berbagai merk di empat lokasi pun berhasil disikat petugas kepolisian.

Pengamanan tersebut, setelah petugas kepolisian dilapori warga terkait peredaran miras yang semakin masif.

Dengan adanya tindakan ini, peredaran miras diharapkan bisa berkurang dan membuat warga sekitar tenang.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pengungkapan miras tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga melalui layanan Call Center 110 Polri dan pesan WhatsApp Siraju di nomor 08112894040.

Kegiatan razia tersebut menyasar peredaran minuman keras dengan melakukan pemeriksaan di warung yang diduga menjual minuman keras.

”Pengungkapan ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, kami mendapati 125 minuman beralkohol di warung-warung maupun toko kelontong milik warga di Kecamatan Tahunan, Kembang, Mlonggo dan Jepara Kota,” ujarnya.

Setelah dilakukan penyitaan, seluruh miras tersebut diamankan di Polres Jepara untuk dilakukan tindakan lanjutan berupa pemusnahan.

Selain itu, Kasihumas AKP Dwi juga mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya, aparat harus bertindak cepat merespon aduan masyarakat.

”Inilah yang diharapkan masyarakat, ketika ada informasi ataupun laporan dari masyarakat dapat ditindaklanjuti,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan razia miras secara rutin di wilayah Kabupaten Jepara untuk menekan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

”Kami akan terus meningkatkan razia untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan akibat minuman keras,” imbuhnya.

Chris-Jateng

IMG-20260104-WA0322

Polres Jepara Perkuat Keamanan Wisata, KRYD Jadi Upaya Nyata Jaga Kamtibmas Saat Libur Nataru

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, terus menyiagakan personel pengamanan di sejumlah objek wisata selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan berupa patroli dialogis dan sapa warga di kawasan objek wisata guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berlibur.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi wisata dan objek vital yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Nataru.

Selain pengamanan, Polres Jepara juga mengedepankan upaya preventif melalui imbauan kepada masyarakat.

“Personel kami siagakan di tempat-tempat wisata untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar selalu waspada dan mengawasi anak-anaknya, terutama saat berada di wahana air,” ujar AKP Dwi di Mapolres Jepara, Minggu (4/1/2025).

Sejumlah destinasi wisata yang menjadi fokus pengamanan Polres Jepara meliputi taman nasional Karimunjawa, Pulau Panjang, Air Terjun Jurang Nganten, Pantai Benteng Portugis, Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Pantai Teluk Awur, Hutan Wisata Sreni dan berbagai obyek wisata yang tersebar di Kabupaten Jepara.

Kasihumas menegaskan, pengawasan orang tua sangat penting, khususnya di area wahana air. Ia menyebutkan, pada momentum liburan kerap terjadi insiden kecelakaan yang berawal dari kelalaian pengawasan terhadap aktivitas anak.

“Sudah banyak kejadian saat libur panjang, anak-anak menjadi korban karena kurangnya pengawasan orang tua di wahana air. Kami berharap hal tersebut tidak terjadi di Jepara,” tegasnya.

Selain itu, Polres Jepara juga mengimbau para pengunjung objek wisata agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi. Menurutnya, tindak kejahatan seperti pencopetan, penjambretan, hingga penipuan dengan modus gendam kerap terjadi di lokasi-lokasi yang ramai pengunjung.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan selama libur Nataru dengan mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan. AKP Dwi menegaskan, Polres Jepara siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas. Polres Jepara hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” pungkasnya.

Chris-Jateng

IMG-20260105-WA0366

Terluka Parah Saat Amankan Demo Ricuh, Polisi di Jepara Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Momen istimewa berlangsung khidmat di halaman Mapolres Jepara, pada Senin (5/1/2026) pagi.

Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Periode 31 Oktober 2025 digelar untuk memberikan penghargaan kepada anggota Polsek Pakis Aji, Brigadir Zachwan Maulana.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso serta dihadiri Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno, pejabat utama, Kapolsek dan seluruh personel Polres Jepara.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan keberaniannya, Brigadir Zachwan Maulana kini resmi menyandang pangkat Bripka (Brigadir Polisi Kepala). Kenaikan pangkat luar biasa tersebut diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta ditetapkan melalui surat telegram Kapolri dan surat Kapolda Jateng.

Dalam sambutannya, Kapolres Jepara AKBP Erick menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara terhadap personel yang menunjukkan pengabdian luar biasa.

“Kenaikan pangkat luar biasa pagi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, serta pengorbanan yang telah ditunjukkan personel saat bertugas pengamanan aksi unjuk rasa pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di wilayah hukum Polres Jepara,” ujarnya.

AKBP Erick juga mengingatkan bahwa pangkat bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral. “Jadikan momen ini sebagai wahana introspeksi diri, agar kita selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi,” tambahnya.

Sementara itu, Bripka Zachwan Maulana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Polri, khususnya Kapolres Jepara beserta jajaran, atas perhatian dan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa ini,” ucapnya.

Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, bersikap profesional, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Upacara KPLB berlangsung lancar dan penuh khidmat. Usai acara, seluruh peserta upacara memberikan ucapan selamat kepada Brigadir Zachwan Maulana. Kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi catatan penting dalam kariernya, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Jepara untuk terus mengabdi dengan dedikasi terbaik kepada masyarakat.

Selanjutnya, kegiatan pun dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba video kreatif dalam rangka Operasi Lilin Candi Polres Jepara.

Chris-Jateng

IMG-20260105-WA0444

Respon Cepat Laporan Warga Via Call Center 110, Tim Patroli Siraju Polres Jepara Bubarkan Pesta Miras

Media74.id

Jepara - Polres Jepara | Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara, Polda Jawa Tengah, kembali membubarkan pesta miras yang dilakukan belasan pemuda di kawasan Kelurahan Bulu, Kecamatan Jepara Kota, pada Minggu (4/5/2025) dini hari.

Sebanyak 17 pemuda yang terlibat kemudian diamankan, lalu didata dan diminta membuat surat pernyataan. Mereka kemudian diberi pembinaan di Mapolres Jepara.

Langkah cepat dari Polres Jepara bermula ketika ada laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju (08112894040) dan Call Center 110 Polri kegiatan sekolompok pemuda di salah satu rumah yang berada di kawasan Kelurahan Bulu.

Personel Polres Jepara yang tengah melakukan patroli rutin sebagai kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) langsung menuju ke lokasi yang disampaikan masyarakat.

“Tim Patroli Siraju langsung menuju ke lokasi, dan benar di lokasi tersebut didapati belasan anak muda yang sedang pesta miras,” ujar Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna.

Belasan pemuda yang didapati tengah asyik mengkonsumsi minuman keras (miras) di kawasan Kelurahan Bulu, lanjutnya kemudian diamankan.

Anggota Tim Siraju langsung melakukan pengecekan serta memeriksa lokasi. Hasilnya ditemukan barang bukti empat botol miras.

“Untuk memberi efek jera, para pemuda yang terlibat pesta miras kita amankan dan dilakukan pembinaan,” jelas AKP Dwi.

Lanjut Kasi Humas, Pembinaan mengenai bahaya miras, sering kali terjadinya tindak kejahatan dan perbuatan pidana karena dipicu mengkonsumsi miras.

Untuk memastikan situasi kondusif, Tim Patroli Siraju melanjutkan patroli antisipasi aksi balap liar di wilayah SPBU Kalitekuk Tahunan hingga jalan raya Rengging-Pecangaan.

Atas kejadian tersebut, Kasihumas AKP Dwi pun mengimbau kepada orangtua untuk selalu mengawasi secara ketat pergaulan anak-anak yang keluar rumah lebih dari pukul 21.00 WIB.

“Semua itu mengantisipasi maraknya kenakalan remaja termasuk aksi tawuran, pergaulan bebas, pesta miras, penyalahgunaan narkoba, hingga balap liar,” pungkasnya.

Chris-Jateng