BERITA UTAMA

1001154967_320x213

Komitmen IBI Kabupaten Garut Turunkan AKI/AKB Di Fukung Penuh Bupati Garut

Media74.id

 

Garut,-

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka secara resmi Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Garut Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/5/2025).

Dalam kegiatan ini, Bupati Garut, memberikan atensi khusus kepada IBI, yang mana IBI sendiri merupakan salah satu ikatan profesi yang bergelut di bidang kesehatan. Menurutnya, IBI sangat berperan terhadap permasalahan besar khususnya di bidang kesehatan seperti Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB).

Ia menuturkan, bahwa AKI di Kabupaten Garut pada tahun 2024 mencapai 50 orang pertahun, sedangkan AKB mencapai 332 bayi pertahun. Syakur menambahkan, Kabupaten Garut menjadi daerah kedua dengan angka AKI terbesar di Provinsi Jawa Barat, dan ketiga dengan AKB terbesar di Provinsi Jawa Barat.

"Nah ini jadi atensi, saya cek juga per hari ini kemarin pada akhir bulan Maret itu ibu yang meninggal ada 11, kemudian anak yang meninggal 88. Kemudian juga barusan saya denger dari Bu Kadis yang meninggal itu 13 orang, apa artinya? Ini artinya kita harus lebih fokus pada acara menurunkan angka kematian ibu dan anak. Dan salah satu (profesi) yang paling strategis adalah bidan," ucapnya.

Ia menitipkan pesan kepada para bidan untuk lebih memperhatikan lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tak hanya itu, ia atas nama pemerintah daerah akan mendukung terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh IBI dalam upaya menurunkan AKI/AKB.

"Tentu saja, contohnya pelatihan, pelatihan kita kalau perlu kita berikan pelatihan, bisa melalui bidannya atau melalui Dinas Kesehatan. Makanya saya tadi kumpulkan semuanya, kita punya kesepahaman bahwa kita harus fokus dalam mengurangi AKI dan juga AKB, itu aja," katanya.

Lebih lanjut, Bupati Garut mengidentifikasi beberapa faktor penyebab utama AKI dan AKB di Garut. Pada bayi, gangguan sistem saluran pernafasan, berat badan lahir rendah dan prematur, serta infeksi menjadi penyebab dominan. Sementara pada ibu, komplikasi non-obsterik seperti hipertensi menjadi perhatian utama.

Ketua IBI Kabupaten Garut, Enok Kurniatina, menyampaikan bahwa selama masa jabatannya, IBI Garut telah berupaya meningkatkan kompetensi bidan melalui berbagai pelatihan dan kerjasama dengan pihak swasta (CSR) untuk meningkatkan keterampilan dalam menangani kasus kematian ibu, bayi, stunting, dan kegawatdaruratan.

"Memperkuat peran bidan dalam pelayanan kesehatan maternal dan prenatal dan KB juga menjadi fokus utama kami," ujar Enok.

IBI Garut juga aktif berpartisipasi dalam program pemerintah terkait penurunan AKI, AKB, stunting, dan kesehatan reproduksi, serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan bidan. Rencananya, Bakti IBI akan dilaksanakan dalam rangka HUT IBI pada 24 Juni 2025.

Enok menambahkan, IBI Garut telah menjalin kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) selama kurang lebih dua tahun untuk memastikan administrasi bayi di Kabupaten Garut terlindungi. Selain itu, IBI juga terlibat dalam Audit Maternal Perinatal (AMP) medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Muscab IBI Kabupaten Garut, Eti Rukmiati, menjelaskan bahwa Muscab merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten bagi organisasi IBI. Dengan jumlah anggota terdaftar mencapai 2.482 orang per Februari 2025, Muscab menjadi wadah penting untuk konsolidasi dan pembinaan organisasi.

"Sementara jumlah anggota terdaftar di IBI Cabang Garut sebanyak 2.482 orang, data per Februari 2025. Musyawarah cabang merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi Ikatan Bidan Indonesia tingkat kabupaten, juga merupakan wahana konsolidasi serta pembinaan organisasi kepada ranting dan anggota," ucapnya.

Tujuan utama Muscab kali ini adalah meningkatkan citra IBI melalui penguatan organisasi. Secara spesifik, agenda Muscab meliputi penyajian, pembahasan, dan evaluasi laporan pelaksanaan kegiatan pengurus cabang, penyusunan rencana kegiatan yang akan datang, perumusan usulan untuk Musda IBI berikutnya, serta penyusunan rekomendasi Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang akan memuat isu-isu terkini di bidang kesehatan ibu dan anak.

BG

1001151258_320x213

Bupati Garut Ingatkan Jajaran ASN untuk Fokus pada Penanganan Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM

Media74.id

 

Garut,–

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan amanat dalam Apel Gabungan yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Apel berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Senin (05/04/2025).

Dalam amanatnya, Syakur menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Garut saat ini belum ideal, terutama terkait masalah kemiskinan. Ia mengutip data statistik yang menunjukkan tingginya angka kemiskinan di Indonesia, meskipun terdapat perbedaan data antara berbagai sumber.

"Kita masih menghadapi masalah kemiskinan. Sebab itu, kita sebagai orang yang melayani mereka jangan bersikap seperti kita orang kaya, kita juga harus turut prihatin dengan mereka. Caranya adalah kita bekerja sesuai dengan harapan masyarakat," sampainya.

Ia menjelaskan bahwa dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemerintah Kabupaten Garut telah mengidentifikasi isu-isu strategis yang akan dipecahkan dalam lima tahun ke depan, yang kemudian dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan prioritas.

Ia juga menjelaskan adanya perubahan pendekatan dalam penyusunan RPJMD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kali ini.

"Artinya, kita tentukan apa yang kita inginkan, contohnya meningkatkan indeks pembangunan manusia di bidang pendidikan. Pas dicek sama kita, ternyata ada dua yang menjadi masalah: pertama, partisipasi anak-anak PAUD; kedua, partisipasi anak-anak SMP. Sehingga ke depan, berdasarkan harapan kita, lebih fokus dulu pada hal itu," jelasnya.

Terkait penanganan kemiskinan, Bupati menekankan perlunya pemahaman mendalam mengenai kondisi masyarakat, termasuk alasan mengapa mereka tidak bekerja, aset yang dimiliki, keterampilan yang dikuasai, serta potensi sumber daya alam di wilayah mereka. Identifikasi yang jelas ini akan menjadi dasar penyusunan program pengentasan kemiskinan yang efektif dan dapat diajukan kepada pemerintah pusat.

Ia berharap ke depannya dapat dibentuk wadah kegiatan yang memiliki objek, tujuan, dan indikator keberhasilan yang jelas serta terukur.

"Kami ingin setiap pembuktian yang dikeluarkan itu memberikan dampak yang positif atas output dan benefit yang dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Syakur juga mengingatkan seluruh jajaran ASN untuk melakukan kajian ulang secara mendalam dalam penyusunan RKPD, dan tidak hanya melakukan copy-paste dari rencana sebelumnya.

"Saya sangat sedih sekali kalau ada perilaku seperti itu dan kita harus lebih inovatif lagi untuk membuat kegiatan-kegiatan serta ini semata-mata untuk menjamin bahwa kita bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," tegasnya.

Di akhir amanatnya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan terima kasih atas keseriusan dan kerja keras seluruh ASN dalam menjalankan tugas, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

"Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita ada, kita bekerja dengan sepenuh hati, dengan keikhlasan, dan untuk kebaikan masyarakat," pungkasnya.

BG

Screenshot_20250505-163105

Apresiasi Presiden Prabowo Dalam Kunjungan Utusan Khusus Perdana Mentri Jepang Jalin Kerjasama Yang Erat Di Kediaman Kertanegara

Media74.id

Jakarta,

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, yang juga mantan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, beserta delegasi di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam, 4 Mei 2025. Kishida dan rombongan tiba di kediaman Presiden Prabowo sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Kishida menyampaikan surat dari Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, kepada Presiden Prabowo. “Ya tentu mantan PM Kishida itu menyampaikan surat dari Perdana Menteri Ishiba yang disampaikan langsung kepada Pak Presiden dan tentu salah satu isinya terkait dengan beliau special envoy Perdana Menteri khusus untuk proyek-proyek AZEC (Asia Zero Emission Community) ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai pertemuan.

Selain menyampaikan pesan resmi dari Pemerintah Jepang, kedua pihak juga membahas perkembangan proyek kerja sama dalam kerangka AZEC. Menurut Airlangga, saat ini Indonesia memiliki lebih dari 170 MoU dengan Jepang.

“Dan besok akan ada penandatanganan financial closing terhadap proyek di Muara Laboh, Sumatra Barat, di mana proyek itu adalah 80 MW geothermal dengan investasi sekitar 500 juta USD,” ungkap Airlangga.

Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang. Kepala Negara juga berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat di tengah tantangan ketidakpastian global.

“Bapak Presiden mengapresiasi kerja sama Indonesia dengan Jepang dan berharap ini bisa terus ditingkatkan di tengah ketidakpastian akibat perang tarif,” jelas Airlangga.

Senada, Kishida juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan kedua negara di tengah situasi global yang tidak menentu. “Kishida juga menyampaikan betapa situasi ini menjadi tidak menentu dan dalam situasi seperti ini kerja sama dua negara menjadi sangat penting,” tutur Airlangga.

Setelah pertemuan di ruang kerja, agenda dilanjutkan dengan jamuan santap malam bersama. Suasana keakraban mewarnai jamuan tersebut, menegaskan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Turut hadir pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

SUD

Picsart_25-05-05_14-12-03-088

Demi Efisiensi Anggaran Perjalanan Haji Presiden Prabowo Rencanakan Adanya Kampung Indonesia Di Tanah Suci

Media74.id

Jakarta,

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk membangun Perkampungan Indonesia di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat Peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, di Tangerang, Banten, Minggu (04/05/2025).

“Saya juga sudah minta waktu untuk ketemu pimpinan negara Arab Saudi, Kerajaan Arab Saudi dan di situ saya akan membahas upaya kita atau permintaan Indonesia yang sudah saya sampaikan kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman terakhir saya jumpa dengan beliau. Saya mengajukan niat Indonesia untuk membangun suatu perkampungan Indonesia di Tanah Suci yang sedekat-dekatnya dengan tentunya dengan Masjidil Haram,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo pun menyampaikan respons dari Kerajaan Arab Saudi yang menyambut positif rencana tersebut. Ia menyampaikan ajakan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk segera membahas hal teknis rencana tersebut.

“Kita akan berangkat lagi supaya kita bisa secepatnya seandainya dapat disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi,” imbuhnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa dengan adanya perkampungan Indonesia di dekat Masjidil Haram, akan meningkatkan efisiensi anggaran perjalanan haji. Selain itu, biaya haji yang akan ditanggung oleh para calon jemaah akan menjadi jauh lebih murah.

“Jadi insyaallah kita akan punya perkampungan sendiri dan kita akan bikin efisien. Penerbangan, Garuda juga saya minta efisien, dilakukan semua upaya untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu. Efisiensi bisa menurunkan biaya dan itu yang kita harus capai sekarang,” imbuh Presiden.

Kepala Negara turut mengapresiasi usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan biaya haji tahun ini sebesar Rp4 juta. Namun, ia menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berusaha menurunkan biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Tapi 4 juta (rupiah) saya minta dikurangi lagi, saya belum puas, kita harus yang termurah yang bisa kita capai, kalau bisa lebih murah dari Malaysia. Saya kira bisa? Kira-kira? Kepala Badan? Siap? Menteri Agama? Insyaallah,” ujar Presiden.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Indonesia karena telah memiliki Terminal Khusus Haji dan Umrah dengan skala internasional. Presiden juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini.

“Saya kira sesuatu prestasi yang luar biasa. Sekali lagi selamat dan dengan demikian saya hari ini mendapat kehormatan besar untuk meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” tutup Presiden.

SUD

Screenshot_20250505-160256

Wujud Penghormatan Terhadap Rakyat Indonesia Betikan Pelayanan Yang Maksimal Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji Dan Umrah 2 F Bandara Soekarno-Hatta 

Media74.id

Jakarta,

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, pada Minggu, 4 Mei 2025. Peresmian dilakukan setelah rampungnya proses renovasi dan pembangunan sejumlah fasilitas terminal. Terminal yang dibangun dengan standar pelayanan internasional dan mampu menampung hingga 6,1 juta jemaah per tahun tersebut diresmikan karena tingginya kebutuhan penerbangan jemaah haji dan umrah.

Saat tiba di terminal yang terdiri dari 3 lantai tersebut, Kepala Negara langsung meninjau fasilitas ketibaan di terminal dan menyapa para calon jemaah haji. Setelahnya, Presiden Prabowo langsung meresmikan terminal tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa jumlah jemaah haji dan umrah dari Indonesia sangat besar. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji dan umrah Indonesia.

“Kita mengerti bahwa banyak jemaah kita juga sudah lanjut usianya sehingga benar-benar harus diurus dengan baik,” ujarnya.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya akan berusaha menurunkan biaya haji semurah-murahnya. Hal tersebut dilakukan agar umat Islam di Indonesia dapat dengan mudah melaksanakan ibadah haji.

“Saya minta Menteri Agama, Kepala Badan Urusan Haji, tentunya dibantu oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji untuk koordinasi sebaik-baiknya duduk bersama dan mencari solusi-solusi untuk mengurangi ongkos haji,” imbuhnya.

Selain merenovasi infrastruktur terminal, dilakukan juga penyiapan infrastruktur pendukung untuk aktivitas umrah seperti masjid seluas 3.136 meter persegi, lounge umroh seluas 3.000 meter persegi, serta parkir bus seluas 4.158 meter persegi yang terhubung langsung dengan terminal kedatangan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berpesan untuk penyelenggaraan haji harus profesional dan transparan. Ia mengatakan bahwa perjalanan haji merupakan perjalanan spiritual bangsa Indonesia yang dilakukan para pendahulu bangsa dalam membangun kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bapak Presiden menyampaikan kepada kita semua bagaimana penyelenggaraan haji dan umrah Indonesia harus mengutamakan pelayanan yang terbaik sebagai wujud penghormatan terhadap bangsa kita sendiri,” ujar Erick dalam laporannya.

Peresmian ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat sistem transportasi dan pelayanan publik berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam peresmian ini antara lain sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Efendi, Kepala Badan Penyelenggara Haji Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Kepada Badan Penyelenggara Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, dan Direktur Utama InJourney Maya Watono.

SUD

1001146599_320x213

Desa Cibodas Gelar Perkenalan Produk KTB UKM Fokus Pemberdayaan bahan Lokal Untuk Peningkatan Ekonomi Warga 

Media74.id

Garut,-

Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Kecil Menengah (KTB UKM) Desa Cibodas menggelar acara Perkenalan Produk KTB UKM Desa Cibodas, yang dilaksanakan di Rumah Koordinator KTB UKM Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Sabtu (3/5/2025).

KTB UKM sendiri merupakan sebuah kelompok yang diinisiasi oleh dr. Eddy Kristianto bersama sang istri drg. Renny Limarga, untuk memberdayakan dan mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

KTB UKM ini hadir sejak tahun 1993 di salah satu desa di Kalimantan Barat, yang tidak lain merupakan tempat bertugas dr. Eddy bersama sang Istri.

"Jadi kami terpanggil wah ternyata enggak cukup nih hanya melakukan perbaikan kesehatan aja, jadi kami mulai belajar nih gimana supaya masyarakat itu bisa maju setelah kami belajar melakukan pemberdayaan masyarakat, sehingga daerah kami itu menjadi maju," ujar dr. Eddy.

Ia mengatakan pihaknya hingga saat ini sudah memonitor lebih dari 2.500 desa di Indonesia, dengan target ke depan KTB UKM bisa hadir di 7 ribu desa di Indonesia atau sekitar 10% dari jumlah total desa yang ada di Indonesia.

dr. Eddy menilai Desa Cibodas memiliki potensi yang luar biasa dan melimpah, mulai dari sayuran, buah-buahan, herbal, hingga pemandangan alamnya. Ia meyakini jika potensi tersebut bisa dikelola secara betul-betul, Desa Cibodas akan menjadi salah satu desa maju di Indonesia.

"KTB UKM bukan sekedar melakukan produksi, tapi lebih dari itu adalah merubah pola pikir masyarakat yang kita bina, seandainya saya nggak ajarkan apapun juga, tapi pola pikir mereka mind set mereka berubah, mereka juga pasti akan maju, kita tentunya bantu dengan produk tapi yang utama KTB UKM akan merubah pola pikir masyarakat menjadi seseorang yang punya _mindset_ yang lebih baik, punya mind set seorang pengusaha yang mau berbagi dengan orang lain dan memiliki keinginan untuk mensejahterakan Indonesia bersama-sama dengan kita," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator KTB UKM Desa Cibodas, Erna, menuturkan, tujuan berdirinya KTB UKM Desa Cibodas yaitu salah satunya untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Cibodas. Apalagi, kata Erna, desanya ini memiliki sumber daya alam yang berpotensi untuk bisa diolah.

Ia menerangkan KTB UKM Desa Cibodas yang berdiri kurang lebih setahun yang lalu ini, telah menghasilkan banyak produk, mulai dari mocaf atau tepung singkong tanpa gluten yang menjadi _best seller_, kombucha, body lotion dari buah labu siam, serum lidah buaya, sabun garam, black garlic, teh jamblang, bone broth, coffe drip, dan lain sebagainya.

"Kegiatan KTB bukan hanya di bidang produksi saja tetapi membangun _mindset_, membangun SDM itu luar biasa, Dokter Eddy itu sama (Konsultan Pak) Andi Pranoto bukan hanya menitikberatkan di profit, tidak, tetapi benar-benar membangun mindset, benar-benar membangun ekonomi kita. Sehingga mindset dari ibu-ibu itu sudah mulai berkembang," ucapnya.

Ia berharap ke depan pemerintahan setempat bisa mendukung keberadaan KTB UKM Desa Cibodas, sehingga bisa tumbuh dan berkembang.

"Jelas sekali, ketika kita bergerak harus ada target, harus ada tujuan yang harus kita capai, jelas tujuannya yaitu masyarakat Cibodas (menjadi) masyarakat yang secara ekonomi mapan, mandiri, dan sejahtera," ungkapnya.

Sementara Camat Cikajang, Riyana Tasripin, mengapresi kehadiran KTB UKM Desa Cibodas, apalagi menurutnya kehadiran kelompok tersebut memberikan manfaat bagi ibu-ibu di Desa Cibodas.

Ia memaparkan salah satu kendala yang diterima pihaknya dari KTB UKM Cibodas yaitu salah satunya terkait dengan perizinan, atas hal tersebut Riyana berharap pemerintah daerah ataupun dinas terkait bisa membantu kendala tersebut.

"Karena ini sangat bermanfaat sekali salah satunya adalah untuk peningkatan pendapatan ibu-ibu yang ada di Cibodas ini, mudah-mudahan KTB UKM ini nanti bisa berkembang tidak hanya di Desa Cibodas, tapi bisa 12 desa yang ada di Kecamatan Cikajang," harapnya.

Di tempat yang sama, salah seorang warga Desa Cibodas yang menjadi anggota KTB UKM Desa Cibodas, Devi Apriani (22), mengaku terbantu dengan hadirnya KTB UKM ini. Melalui kelompok tersebut, imbuh Devi, dirinya mendapatkan wawasan baru, mampu membuat produk sendiri, hingga menambah pendapatannya.

"Banyak (perubahan signifikan setelah mengikuti KTB UKM), perubahannya tentu untuk diri kita sendiri, tentunya ada perubahan, terus perubahan untuk finansial mungkin ya, finansial kita jadi menambah pendapatan untuk yang ikut sama KTB UKM ini. Harapannya semoga ke depannya KTB UKM Cibodas ini semakin maju, dikenal masyarakat luas," tandasnya.

BG

1001146589_320x213

Bupati Garut Hadiri Acara SKDG ( Seni Ketangkasan Domba Garut ) Piala Gubernur 2025 Dukung Pelestarian Domba Garut Di Pamindangan Arlamba Desa Rancabango Kec.Tarogong

Media74.id

 

Garut,-

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Piala Gubernur 2025 yang berlangsung di Pamindangan Arlamba, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Sabtu (3/5/2025).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan SKDG Piala Gubernur 2025 ini. Beliau menyampaikan amanat dari Gubernur Jawa Barat terkait rencana pembangunan stadion keterampilan domba di Kabupaten Garut.

Bupati menekankan dua aspek penting dari kegiatan ini. Pertama, aspek ekonomi, di mana domba Garut merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan masyarakat. Kedua, domba Garut adalah jati diri masyarakat Garut, karena memelihara domba merupakan pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.

"Tadi saya tanyakan ada 12 kriteria yang bisa menunjukkan salah satu kebagusan domba. Jadi, domba itu bukan hanya dilihat dari bagaimana kriteria mengadukan kepalanya dengan lain. Itulah satu dosa kecil dari banyak kriteria dan jangan sampai berpikir bahwa ini adalah eksploitasi terhadap binatang, sama sekali tidak. Dilihat dari aspek keindahan, kerapihan, proporsi, gerakan, serta ini merupakan suatu yang diharapkan," jelas Bupati.

Ia berharap kegiatan ini berjalan aman, nyaman, dan tertib, serta memberikan kesan menarik bagi para peserta, terutama yang berasal dari luar Garut, sehingga mereka berkenan kembali untuk menyaksikan keindahan dan kehebatan domba Garut di masa mendatang.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Agung Suganda, menyambut baik dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Garut atas penyelenggaraan kontes ini. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan amanat Kementan Nomor 36 Tahun 2006 tentang Sistem Pembibitan Ternak Nasional, yang mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan, mendorong, dan memfasilitasi kontes bibit serta pameran ternak.

"Ini merupakan komitmen dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Kabupaten Garut, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ujar drh. Agung.

Ia menambahkan bahwa kontes ini sangat mendukung dan merupakan bentuk apresiasi bagi para peternak dan pembudidaya domba Garut yang terus menghasilkan bibit unggul. Domba Garut, sebagai plasma nutfah asli Indonesia yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian tahun 2011, merupakan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Kabupaten Garut.

Dirjen PKH berkomitmen agar seni ketangkasan domba Garut semakin dikenal tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di Indonesia bahkan mancanegara.

Ia berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga keberadaan domba Garut terus dapat disaksikan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, melaporkan bahwa kegiatan SKDG ini merupakan salah satu upaya pelestarian kebudayaan dan sumber daya genetik domba Garut.

"Dengan pertemuan hari ini merupakan ajang silaturahmi para peternak domba se-Jawa Barat, bahkan ada beberapa peserta yang dari luar Jawa Barat. Ini juga membahas terkait pembibitan, cara pemeliharaan domba, dan merupakan ajang bagi mereka untuk bertukar pikiran serta berdiskusi terkait dengan perkembangan domba Garut," jelas Beni Yoga Gunasantika.

Kegiatan SKDG Piala Gubernur 2025 ini diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3-4 Mei 2025), dengan partisipasi yang luar biasa.

Ia berharap kegiatan ini dapat membantu perekonomian di Jawa Barat dan Kabupaten Garut, serta mewujudkan rencana pembangunan stadion domba Garut yang lebih representatif.

BG

1001144176_320x213

WADANKORMAR BERSAMA PEJABAT UTAMA MAKO KORMAR LAKSANAKAN OLAHRAGA PAGI

Media74.id

 

*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta)*.

Guna menjaga kebugaran dan kesehatan, Wakil Komandan Korps Marinir (WadanKormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Muhammad Nadir, M.Tr.Opsla. Memimpin langsung kegiatan olahraga pagi bersama Pejabat Utama Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar) di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Jum'at (02/05/2025).

Kegiatan di awali dengan cek tensi dilanjutkan dengan pemanasan guna untuk menghindari cidera keram, lari pagi dan Jalan sehat ini dilaksanakan dengan rute mengelilingi lapangan Brigif 1 Marinir, setelah itu ditutup dengan pendinginan.

Olahraga bersama ini juga menjadi momentum untuk membangun semangat dan mempererat solidaritas perwira Mako Kormar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Pejabat Utama Mako Kormar tetap stamina dan kesehatan tubuh. Semangat juang serta profesionalisme Pejabat Korps Marinir juga diharapkan semakin meningkat dalam menghadapi setiap tugas yang dipercayakan oleh bangsa dan negara.

Gun'S - Red

IMG-20250502-WA0155

Kab.Garut Laksanakan Gerakan Nasional Membersihka  Pasar Nusantara ( Gernas Mapan ) Surat Edaran Kemendag Nomor 6 Tahun 2025

Media74.id, Jakarta

 

Garut,-

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (GERNAS MAPAN). Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, melaksanakan gerakan ini di Pasar Guntur Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (2/5/2025).

GERNAS MAPAN di Pasar Guntur Ciawitali diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI Polri, hingga warga pasar melalui Ikatan Warga Pasar (Iwapa).

Sekretaris Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat, menyampaikan, GERNAS MAPAN ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan krusial yaitu sampah yang semakin harus dikendalikan, dan tentunya harus ada upaya langsung dalam meningkatkan kesadaran serta peran aktif masyarakat untuk secara kolaboratif melaksanakan kegiatan membersihkan pasar rakyat secara berkelanjutan, serta upaya pengolahan sampah di pasar rakyat sehingga tercipta lingkungan pasar rakyat yang lebih sehat, nyaman dan berdaya saing.

"Nah kegiatan ini salah satu (tujuan)nya adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk lebih bersih, lebih tertib, dan memberikan kenyamanan di lingkungannya masing-masing," ujar Ricky.

Dalam gerakan yang dilaksanakan di Pasar Guntur Ciawitali ini, Ricky menyebutkan tim gabungan tidak hanya melakukan kegiatan bersih-bersih sampah, akan tetapi dilaksanakan juga sosialisasi kepada pedagang untuk menjaga kebersihan, sehingga harapannya Pasar Guntur Ciawitali bisa lebih nyaman ketika kondisinya bersih.

"Ini akan kita coba bangkitkan kembali, kita ingatkan kembali kepada seluruh warga pedagang, bagaimana kalau misalnya pasar ini bersih tentunya daya saing meningkat, masyarakat yang akan berbelanja juga akan lebih banyak lagi ke pasar seperti itu," ucapnya.

Di sela-sela kegiatan, Sekretaris Disperindag ESDM Kabupaten Garut sempat meninjau lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), di mana menurutnya TPS yang ada di area Pasar Guntur Ciawitali memang memerlukan perbaikan ke depan, dan pihaknya mencoba akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, agar TPS tersebut bisa lebih nyaman, baik bagi masyarakat maupun bagi pedagang itu sendiri.

"Ini adalah kondisi TPSnya ya mungkin ya perlu adanya perbaikan ke depan, informasi dari Iwapa, dan juga dari koordinator kebersihan, serta petugas kebersihan yang sedang menaikan sampah ke dalam truk sampah, mereka menampaikan ada yang sedikit kendala pada saat keluar masuk kendaraan dalam rangka mengangkut sampah, dan setiap harinya sampah di sini diangkut dump truck yang besar ini, sekitar 2 atau 3 kali dalam satu hari, tetapi kadang tetap menimbulkan bau di sini karena kondisi TPS dan jalan di sini memang kondisinya memerlukan perbaikan dan penyempurnaan," katanya.

Ia juga menuturkan GERNAS MAPAN ini akan terus diselenggarakan di tiap hari Jum'at di seluruh UPT Pasar yang ada di Kabupaten Garut, sehingga cita-cita pasar bersih dan nyaman di Kabupaten Garut harapannya bisa terwujud.

"Dan yang paling utama adalah memberikan kenyamanan tadi di pasar, pasar bersih, pasar nyaman, tentunya memberikan kenyamanan bagi pedagang dan juga para pembeli, dan kita ingin menciptakan itu semoga segera terwujud, walaupn perlu waktu tapi harus tetap berupaya seperti itu," harapnya.

Sementara itu, Perwakilan Iwapa Pasar Guntur Ciawitali, Asep Micun, mengungkapkan, pihaknya menyambut baik GERNAS MAPAN yang diinisiasi oleh pemerintah pusat, dan ditindaklanjut langsung oleh Disperindag ESDM Kabupaten Garut. Meski demikian, Ia menilai bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk para pedagang itu sendiri.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan langsung oleh Dinas Perrindustrian, Perdangan, ESDM Kabupaten Garut, dengan kolaborasi Dinas instansi lain, TNI dan Polri serta para pedagang, walaupun kami sadar bahwa kebersihan itu sebenarnya kewajiban kita semua, kewajiban para pedagang, mudah-mudahan dengan kegiatan ini yang dipelopori dari Dinas ini, mudah-mudahan dapat memberikan edukasi kebersihan kepada para pedagang untuk memberikan kenyamanan kepada para pembeli yang tentunya akan datang ke pasar," tandasnya.

Dalam kegiatan ini GERNAS MAPAN ini secara kolaboratif hadir dari beberapa mulai dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM, Dinas Lingkungan Hidup, Forkopimcam Tarogong Kidul, beberapa Puskesmas, TNI/Polri dan hadir pengurus Ikatan Warga Pedagang (IWAPA) Pasar Ciawitali dan perwakilan pedagang pasar Ciawitali lainnya.

BG

1001143872_320x213

Terkait Aksesibilitas Pendidikan Bupati Garut Amanatkan Para Guru Untuk Tingkatkan Kualitas Diri Pengajar

Media74.id, Jakarta

 

Garut,

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin dalam Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan di Alun-alun Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Jum'at (02/05/2025). Bupati menyampaikan amanat penting mengenai peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak SMP dan kualitas pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar.

Dalam amanatnya, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyoroti dua permasalahan utama dalam sektor pendidikan di Kabupaten Garut. Pertama, terkait aksesibilitas, di mana data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukkan masih banyak anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak bersekolah atau putus sekolah.

"Kemarin saya melihat data dari lapor Kemendikbud bahwa masih banyak anak-anak kita yang belum sekolah, terutama anak SMP. Artinya, anak SMP banyak yang dropout atau jumlah SMP dibandingkan dengan lulusan SD dibandingkan dengan SMP itu turun hampir 20%. Artinya, ada kurang lebih 20% orang Garut yang tidak mendapatkan akses pendidikan," ungkap Bupati.

Menyikapi hal ini, Bupati Garut menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak SMP. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan upaya guru-guru SMP dalam meningkatkan angka partisipasi siswa.

Permasalahan kedua yang ditekankan Bupati Garut adalah kualitas pendidikan. Menurutnya, kualitas pendidikan itu sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar, meliputi kualifikasi, kompetensi, dan keberadaan guru.

Untuk itu Bupati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas guru di Kabupaten Garut.

"Saya minta ke Pak Kadis, tolong dianggarkan untuk uji kompetensi Bahasa Indonesia untuk guru. Saya minta semua guru dilakukan uji kompetensi kemampuan berbahasa Indonesia," tegasnya.

Syakur menambahkan, berdasarkan laporan dari Kemendikbud, nilai literasi dan kemampuan berhitung siswa di Garut masih belum sesuai harapan. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar proses formalitas, tetapi harus benar-benar meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sebagai bekal untuk bertahan hidup.

"Sehingga anak-anak kita menjadi anak yang hebat dan kuat," imbuhnya.

Di akhir amanatnya, Bupati Garut menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah salah satu cara efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pendidikan anak-anak sebagai tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan keikhlasan, yang diyakininya akan membawa berkah bagi semua.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut juga secara simbolis menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada sejumlah siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai wujud perhatian pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan.

Berikut adalah daftar penerima bantuan:

SDN 3 PAKUWON: Alif Muhamad Rasib, Naila, Moh Irsyad Ramadani
SDN 3 REGOL: Arumi Nasya Razita, Muhamad Abdul Rahman
SDN 1 JATI: Papat Nurpadilah, Karina Putri, Habibie Azhar Jaelani
SDN 1 LANGENSARI: Nabil Ulumul Arsyad, Muhammad Alby Elfarino
SDN 4 SUKAJAYA: Sastra Rahayu
SDN 4 MEKARGALIH: Naisya Ayudia Inara, M Ilham Al Farizki, Mega Nur Ikhsani, Muhammad Husna
SMPN 1 PAKENJENG: Selviah Puspita Putri, Elsa Febrian, Respiawati, Dea Lestari, Sesillia Nuraeni Putri
SMPN 1 PAMEUNGPEUK: Muhamad Ergi, Fadillah Ramadhan, Fadhil
SMPN 1 CIBALONG: Adiansah, Nurman Maulana

Kegiatan Upacara Hari Pendidikan Nasional ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, siswa, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata di Kabupaten Garut.

BG