Pemred 74

IMG-20250426-WA0370

LUAR BIASA PULUHAN RIBU MASYARAKAT KOTA BIMA IKUT BERPATISIPASI MERAMAIKAN FESTIVAL RIMPU MANTIKA 2025

Buser Bhayangkara 74

KOTA BIMA, NTB - Puncak Festival Rimpu Mantika 2025 Kota Bima makin meriah dengan suksesnya pelaksanaan Pawai Rimpu yang melibatkan puluhan ribu warga Kota Bima, Pawai ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian acara festival Rimpu Mantika yang mengusung tema “The Jewel of Bima.

Pantauan langsung Crew Media Buser Bhayangkara sejak awal mulainya Acara Rimpu mantika, terlihat warga Kota Bima dari berbagai kalangan dan instansi seperti masyarakat Umum, Komunitas, Pelajar, Mahasiswa, ASN, BUMN, serta paguyuban etnis dari berbagai daerah di Indonesia yang bermukim di Kota Bima, sudah mulai berdatangan dan tumpah ruah untuk meramaikan kegiatan Pawai Rimpu Mantika.

Mereka pun terlihat sangat antusias untuk mengikuti serta menikmati keseruan pawai yang sudah menjadi salah satu agenda Pariwisata Nasional itu.

Setelah momen pelepasan peserta pawai oleh Walikota dan Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H Abidin, S.E-Feri Sofiyan, S.H, bersama Direktur Fashion Kemenparekraf RI, Rohani Astuti, peserta siap siap untuk memulai perjalanan mereka dengan penuh semangat dan antusias.

Kemudian berjalan kaki di Jalan Soekarno-Hatta dari Gedung Paruga Nae Convetional Hall menuju titik finish lapangan Serasuba dengan penuh gembira dan penuh percaya diri, membuat suasana pawai menjadi semakin meriah dan berwarna dengan balutan kain rimpu yang dikenakan peserta perempuan.

Walikota Bima bersama Direktur Fashion Kemenparekraf RI, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya lokal melalui festival yang diakui sebagai bentuk nyata kecintaan masyarakat terhadap budayanya sendiri.

Rimpu bukan hanya warisan, tetapi jati diri,” tegas Walikota Bima.

Sementara itu, Rohani Astuti menyatakan bahwa Kemenparekraf mendukung penuh pengembangan budaya lokal sebagai bagian dari industri kreatif nasional. Ia menyebut rimpu sebagai aset budaya yang potensial untuk diperkenalkan ke tingkat Internasional.

Buyung-Bima

IMG-20250426-WA0051

Jangkau 44 Kecamatan dan 267 Kelurahan, Fahira Idris Ungkap 4 Urgensi Donor Darah

Media Tujuh Empat

Jakarta, 26 April 2025—Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta menggelar kegiatan bakti sosial dan donor darah di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (26/4). Kegiatan ini adalah rangkaian dari program keliling ke 44 kecamatan dan 267 kelurahan se-Jakarta untuk mengajak sebanyak mungkin warga untuk berdonor darah setiap dua bulan sekali.

“Kami, baik sebagai Senator Jakarta maupun ormas Bang Japar tidak hanya menyerap aspirasi tetapi juga berupaya menciptakan gerakan sosial yang nyata dan berkelanjutan terutama lewat kegiatan donor darah,” ujar Fahira Idris di sela-sela kegiatan bakti sosial dan donor darah di Aula Kantor Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara (26/4).

“Kami ucapkan terima kasih kepada warga karena telah mendonorkan darahnya, PMI Provinsi DKI Jakarta, Camat Tanjung Priok dan Bang Japar atas dukungannya. Semoga kami diberi kemudahan untuk menggelar donor darah di 44 kecamatan dan 267 kelurahan se-Jakarta,” tambahnya.

Ketua Umum Bang Japar ini mengungkapkan, donor darah adalah salah satu bentuk aksi kemanusiaan paling sederhana namun paling berdampak. Dengan hanya meluangkan waktu sekitar 10-15 menit, seseorang bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa.

Menurut Fahira Idris, setidaknya terdapat empat urgensi perlunya kegiatan donor donor dilaksanakan secara rutin. Pertama, dari sudut pandang kemanusian, donor darah adalah salah satu bentuk solidaritas tertinggi dalam masyarakat. Donor darah melampaui sekat-sekat sosial, ekonomi, bahkan agama serta kontribusi nyata terhadap keberlangsungan hidup orang lain.

“Sebuah tindakan yang kecil namun berdampak besar. Jakarta dengan populasi yang padat, kebutuhan akan darah sangat tinggi. Ketersediaan darah sering sekali menjadi faktor penentu keselamatan pasien. Oleh sebab itu, kegiatan donor darah perlu dilihat sebagai panggilan kemanusiaan,” ujar Fahira Idris.

Kedua, donor darah juga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sistem kesehatan. Rumah sakit besar di Jakarta merupakan pusat rujukan nasional yang menangani berbagai kondisi medis kompleks. Ketersediaan darah yang memadai membantu kelancaran berbagai tindakan medis. Menurut WHO, total kebutuhan kantong darah di setiap negara idealnya sebanyak 2% dari total penduduk. Untuk Jakarta dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa, dibutuhkan setidaknya 200.000 kantong darah setiap tahunnya.

Ketiga, dari perspektif mitigasi bencana, donor darah adalah strategi siaga dan tanggap darurat. Sebagai negeri rawan bencana, Indonesia harus selalu siap menghadapi kemungkinan krisis. Dalam setiap bencana alam seperti gempa bumi, banjir besar, atau kebakaran, kebutuhan darah melonjak drastis karena banyak korban membutuhkan penanganan segera. Donor darah yang terjadwal secara berkala akan menjamin bahwa stok darah tetap tersedia bahkan saat keadaan darurat.

Keempat, memberi manfaat kesehatan bagi pendonor. Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonornya. Berbagai studi menunjukkan bahwa donor darah secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, memperlancar peredaran darah dan membantu mendeteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan standar sebelum donor seperti kadar hemoglobin, tekanan darah, serta infeksi menular.

“Kegiatan donor darah harus ditopang oleh sistem yang terstruktur dan terjadwal. Langkah untuk menjadikan donor darah sebagai budaya harus terus ditingkatkan. Inisiatif seperti memasukkan donor daerah ke dalam peringatan hari-hari besar nasional, ulang tahun institusi, atau program CSR perusahaan merupakan cara yang efektif untuk memperluas jangkauan dan membangun kesadaran kolektif,” pungkas Fahira Idris.

Gun's-Red

IMG-20250427-WA0096

Ciptakan Suasana Kondusif, Polres Majalengka Gelar KRYD di Malam Hari Libur

Media Tujuh Empat

Majalengka, Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menciptakan suasana kondusif, Polres Majalengka bersama seluruh Polsek jajaran melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada malam hari libur.

Kegiatan ini digelar secara rutin sejak malam Sabtu (26/4/2025) hingga dini hari, dengan pola patroli hunting dan stasioner di seluruh wilayah hukum Polres Majalengka.

KRYD ini menyasar berbagai potensi gangguan keamanan, antara lain penindakan terhadap senjata tajam (sajam), senjata api (senpi) ilegal, peredaran miras, premanisme, narkoba, hingga penggunaan knalpot bronk, Sasaran lainnya termasuk menekan angka tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), judi, serta aksi balap liar.

Di pusat Kabupaten Majalengka hingga jalur pinggiran, tim patroli gabungan dari berbagai satuan fungsi menyisir titik-titik rawan secara dinamis. Patroli hunting dilakukan dengan menyusuri wilayah secara aktif, sedangkan patroli stasioner dilakukan di titik strategis guna memaksimalkan pengawasan dan dialog dengan masyarakat.

Selain itu, petugas menghimbau kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam untuk segera membubarkan diri sebagai langkah preventif guna menghindari potensi terjadinya kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas lainnya.

Personel di lapangan juga melakukan pemeriksaan dokumen kendaraan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Petugas dibekali perlengkapan taktis serta arahan teknis agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal namun tetap humanis.

Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian, menyampaikan bahwa kegiatan KRYD ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menciptakan rasa aman. “Tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum di Majalengka. Kegiatan ini akan terus digelar berkala, khususnya saat akhir pekan dan malam libur,” tegasnya.

Dengan intensitas patroli yang meningkat dan keterlibatan penuh seluruh Polsek jajaran, Polres Majalengka berharap masyarakat semakin merasa terlindungi dan turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Pungkasnya.

Chris-Jateng

IMG-20250427-WA0092

Sita 3 Sajam dan 1 Busur Panah, Tim Patroli Perintis Presisi Polrestro Tangerang Kota Amankan Hendak Tawuran

Media Tujuh Empat

TANGERANG -- Tim patroli Perintis Presisi Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya mengamankan delapan remaja karena diduga hendak tawuran di kawasan sekitar kolong Tol Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Minggu (27/4/2025) dinihari tadi.

“Kami juga berhasil menyita 3 buah senjata tajam, berupa 2 buah kelewang dan 1 buah celurit. 1 busur panah berikut 2 anak panahnya," kata Kepala Satuan Samapta, Kompol Ubaidillah mewakili Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho. Minggu (27/4).

Dari delapan remaja itu terdiri dari MWR (15), RAA (15), MR (15), MS (15)  dan MPP (15), masih berstatus pelajar, sementara sisanya, R (22), YZW (21) dan SF (21) berusia dewasa. Para remaja tersebut dikejar polisi patroli rutin karena mencurigakan.

"Mereka kabur saat berpapasan dengan tim patroli perintis persisi. Kedapatan konvoi sambil menenteng senjata tajam," ujarnya.

Para remaja yang ditangkap ini diduga sedang mencari lawan tawuran. Menurut Ubaidillah, penangkapan dilakukan oleh tim 3  patroli Perintis Presisi yang dipimpin oleh Ipda Andrizal yang sedang bertugas.

Dari 7 handphone milik para terduga pelaku tawuran ini petugas mendapati percakapan di media sosisl instagram dengan nama akun @tangkotatangkab21, untuk mengajak tawuran, ini yang masih kami dalami untuk mengungkap adanya provokasi tawuran melalui media sosial.

"Kini delapan remaja tersebut masih dilakukan pemeriksaan. Kita melibatkan instansi terkait baik itu P2TP2A, unit PPA dan Bapas. Termasuk kita memanggil orang tua serta pihak sekolah. Bila ada yang terbukti lakukan tindak pidana akan di proses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Rhundhi/H.Bastian

IMG-20250426-WA0369

Kodim 0308/Pariaman Gelar Sosialisasi Dan Piknik Bersama Anak Panti Asuhan Aisyiyah

Media Tujuh Empat

PARIAMAN, - Kodim 0308/Pariaman menggelar Sosialisasi Dan Piknik Bersama Anak Panti Asuhan Aisyiyah yang di selenggarakan di Kelurahan Taratak, Kec. Pariaman Tengah,Kota Pariaman, Sabtu (26/04/2025).

Kapten Arm Azral Koto selaku PLH Pasiter mewakili Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol Czi Nur Rahmat Khaeroni, menyampaikan " Sosialisasi yang kita laksanakan bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bahaya Narkoba, Kenakalan remaja dan Kesehatan lingkungan, selain memberikan wawasan tentang bahaya narkoba Kodim 0308/Pariaman juga mengajak anak panti berbagi kebahagiaan disamping aktifitas mereka sehari-hari di asrama.

Sosialiasi di bidang narkoba, pergaulan bebas, dan kesehatan lingkungan di asrama yang di berikan oleh Peltu Frinaldi Kapokes Kodim 0308/Pariaman, dengan memberi pemahaman ini sangat penting kepada anak-anak Panti Asuhan Aisyiyah dimana Generasi penerus kita harus tau bahaya narkoba, sehingga anak anak panti dapat mengetahui dan hindari bahaya narkoba, pergaulan bebas dan kesehatan lingkungan.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua Yayasan Panti Asuhan Aisyiyah, pengurus yayasan Panti Asuhan Aisyiyah, PNS Kodim 0308/Pariaman dan Anggota Staf Ter.

Setelah memberikan sosialisasi Kodim 0308/Pariaman mengajak
Anak-anak Santri untuk Piknik dan rekreasi di Pantai Penyu Kota Pariaman untuk berbagi kebahagiaan di pantai penyu, terlihat anak-anak santri sangat senang dan berbahagia karna adanya Kegiatan yang di berikan oleh TNI khususnya Kodim 0308/Pariaman.

Anak-anak santri juga ikut melepaskan anak penyu ke Pantai guna menjaga ekosistim penyu dan habitat nya di laut, raut wajah bahagia dan suka ria terlihat di wajah anak-anak Panti Asuhan ini, Ketua Yayasan Panti Asuhan Aisyiyah menyampaikan ucapan Terima Kasih banyak kepada bapak TNI khususnya Kodim 0308/Pariaman telah memberikan sosialisasi kepada anak Panti dan Piknik Rekreasi bersama anak panti asuhan Aisyiyah sehingga anak panti sangat bergembira dan senang bisa bermain dan Hiburan di Pantai Penyu.

RF-SUMBAR

IMG-20250427-WA0032

Satlantas Polres Jepara Berikan Pembekalan dan Pelatihan Kepada Anggota Baru Patroli Keamanan Sekolah

Media Tujuh Empat

Jepara - Polres Jepara | Demi keselamatan dan ketertiban dijalan raya, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) tanamkan sikap tertib lalu lintas kepada para siswa.

Siswa yang sudah diperbolehkan memakai kendaraan bermotor juga diajak untuk menggunakan kendaraan yang standar dan tidak menggunakan knalpot bersuara bising.

Seperti yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Jepara. Sebanyak 60 siswa diberikan pengetahuan seputar keselamatan dan aturan yang harus dipatuhi dalam berlalu lintas di jalan raya.

Kasat Lantas melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Jepara Ipda Hariyono mengatakan, bahwa pelatihan yang dilakukan merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan. Pelatihan terhadap anggota baru PKS dari siswa kelas X dan XI yang menggantikan kakak kelas mereka yang sudah naik ke kelas XII.

Dalam pelaksanaan pelatihan diberikan materi yang salah satunya tentang gerakan pengaturan lalu lintas. Gerakan ini merupakan bekal awal yang harus dimiliki dan dikuasai anggota Patroli Kemananan Sekolah.

“Gerakan pengaturan lalu lintas nantinya digunakan anggota PKS untuk membantu mengatur lalu lintas dan menyeberangkan siswa di depan sekolah saat berangkat maupun pulang sekolah,” ujar Ipda Hariyono saat ditemui pada sela-sela pemberian materi kepada siswa, di SMA Negeri 1 Jepara, pada Sabtu (26/4/2025).

Dengan pelatihan yang diberikan diharapkan mampu menambah pengetahuan siswa tentang PKS. Selain itu mahir dalam membantu Polisi dalam pengaturan arus lalu lintas di depan sekolah. Hal ini penting agar mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan arus.

Para siswa juga diberikan imbauan agar menggunakan kendaraan yang standar dan tidak di modifikasi.

Terutama pada knalpot, pengendara dilarang menggunakan knalpot bersuara keras.

"Dari Polda Jateng, sudah tahu sendiri bahwa knalpot brong sekarang dilakukan penindakan, tidak ada ampun untuk mereka, montor langsung kita kandangkan, jadi agar mereka (siswa) tahu tertib berlalu lintas dan rambu-rambu, serta kendaraan itu harus tertib," pungkasnya.

Chris-Jepara

IMG-20250427-WA0068

Lapas Sumbawa Besar Optimalkan Peran Warga Binaan Sebagai Pelopor Ketahanan Pangan Nasional Melalui SAE Ai Maja

Media Tujuh Empat

Sumbawa - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan mengoptimalkan peran warga binaan salah satunya melalui kegiatan-kegiatan pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ai Maja. Program ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan kemandirian, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong kontribusi warga binaan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

SAE Ai Maja merupakan salah satu program unggulan Lapas Sumbawa Besar yang mengedepankan pertanian terpadu berbasis rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Melalui program ini, warga binaan dilatih dan dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan produktif, seperti bercocok tanam, beternak, serta mengelola hasil pertanian dengan pendekatan berkelanjutan.

Kalapas Sumbawa Besar, Purniawal A.Md.IP.,SH.,MH menjelaskan bahwa SAE Ai Maja dirancang untuk menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan keterampilan hidup yang berguna bagi warga binaan pasca menjalani seluruh program pemasyarakatan. “Kami ingin para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang, berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan di Indonesia,” ujarnya.

Lahan pertanian yang dikelola oleh warga binaan telah menghasilkan berbagai komoditas seperti sayur-sayuran, jagung, dan tanaman hortikultura lainnya. Selain itu, sektor peternakan juga berkembang dengan baik, termasuk budidaya sapi serta budidaya lebah madu trigona.

Melalui program ini, Lapas Sumbawa Besar telah berhasil membangun citra positif pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan. SAE Ai Maja juga menjadi contoh nyata bagaimana pembinaan yang terstruktur dapat membekali warga binaan dengan keahlian yang bermanfaat sekaligus mendukung program strategis pemerintah.

“Sebagaimana arahan dari Bapak Menteri Imipas, Bapak Dirjen Pemasyarakatan, dan Kakanwil Ditjenpas NTB, SAE Ai Maja bukan hanya tentang pertanian, ini tentang harapan, perubahan, dan kontribusi nyata. Kami ingin lapas menjadi tempat di mana masa depan dimulai kembali dengan sebaik-baiknya,” tutup Kalapas.

Dengan sinergi yang kuat antara petugas pemasyarakatan, warga binaan, dan dukungan dari berbagai pihak, SAE Ai Maja menjadi cerminan semangat baru dalam membangun ketahanan pangan nasional dari balik tembok lapas serta sebagai wujud nyata dari Harapan akan kehidupan yang semakin baik.

Ajeng-KSB

IMG-20250216-WA0143

MENOLAK DOMINUS LITIS

Media Tujuh Empat

Wonosobo - Pengacara dan Praktisi hukum mugiyatno S.H., MKn . CTA., ( PANJI ) secara tegas menolak penerapan asas Dominus Litis dalam sistem peradilan Indonesia.
Asas ini memberikan kewenangan penuh kepada penuntut umum untuk mengontrol proses penyidikan hingga penuntutan. Namun, menurutnya, hal ini berpotensi merusak prinsip dasar hukum dan mengancam keadilan.

PANJI panggilan akrabnya mengemukakan empat alasan utama atas penolakannya:

1. Bertentangan dengan Asas Pemisahan Kekuasaan

Menurutnya, asas dominus litis bertolak belakang dengan prinsip pemisahan kekuasaan (separation of power) yang menjadi pilar demokrasi.

“Penggabungan kewenangan penyidikan dan penuntutan dalam satu institusi berisiko memusatkan kekuasaan secara berlebihan, sehingga menghilangkan checks and balances antarlembaga penegak hukum,” tegasnya.

2. Memicu Konflik Kepentingan antara Penyidik dan Penuntut Umum

Asas ini mengaburkan batas peran antara penyidik (kepolisian) dan penuntut umum (kejaksaan).

“Ketika kedua fungsi ini disatukan, potensi konflik kepentingan sangat besar. Misalnya, penuntut umum mungkin akan memaksakan hasil penyidikan yang cacat prosedur hanya untuk memenangkan kasus,” paparnya.

3. Menggerus Independensi dan Imparsialitas

PANJI juga menyoroti ancaman terhadap independensi aparat penegak hukum.

“Jika penuntut umum memiliki kendali penuh sejak penyidikan, sulit menjamin objektivitas proses hukum. Hal ini berisiko memunculkan praktik rekayasa atau intervensi kepentingan politik,” lanjutnya.

4. Melanggar Prinsip Peradilan yang Adil dan Persamaan di Mata Hukum

Sebagai pakar hukum pidana, ia menilai asas dominus litis dapat menciptakan ketimpangan dalam perlakuan hukum.

“Asas ini dapat meminggirkan hak terdakwa untuk mendapat proses peradilan yang adil (fair trial) dan merusak prinsip equality before the law, terutama jika penuntut umum bertindak sewenang-wenang,” pungkasnya.

Dengan berbagai risiko tersebut, PANJI menegaskan bahwa penerapan asas dominus litis dalam sistem peradilan Indonesia perlu ditolak demi menjaga prinsip keadilan dan independensi hukum.

Joko - Red

IMG-20250216-WA0131

Ciptakan Keamanan, Polsek Seteluk Rutin Patroli Dialogis di Tengah Masyarakat

Media Tujuh Empat

Sumbawa Barat NTB - Sebagai bentuk mendukung program Quick Wins Presisi Polri, Anggota Piket jaga Polsek Seteluk melakukan Patroli dialogis di wilayah hukum guna menyampaikan pesan-pesan kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga dan memelihara Kamtibmas di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari, dengan mengunjungi tempat-tempat yang kerap digunakan untuk berkumpul sebagian masyarakat, Sabtu (15/02/2025).

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan salah satu yang dilakukan oleh petugas dalam patroli dialogis tersebut memberikan sosialisasi terkat pelayanan yang saat ini dapat menggunakan atau diakses melalui Handphone. Pelayanan tersebut adalah E-pelayanan yang dapat diakses melalui Web. sumbawabaratntb.polri.co.id serta sebuah aplikasi bernama Aplikasi “SELAMAT” (Sistem Pelayanan Masyarakat Terpadu) dan Apl. “Jaga KSB” yang dapat di Download via PlayStore.
“Saat ini masyarakat dapat mengakses layanan kepolisian melalui HP, jadi tidak perlu lagi harus datang dan bertatap muka. Termasuk untuk menjaga keamanan di Kabupaten Sumbawa Barat bisa melalui aplikasi tersebut," jelasnya.

Selain itu, petugas dalam Patroli dialogis tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tertarik dengan penawaran bekerja di luar negeri untuk menghindari terjadi nya TPPO yang akan mengakibatkan berbagai kerugian pada masyarakat itu sendiri.

Selain itu Berita Hoax juga menjadi salah satu materi penting yang diingatkan kepada masyarakat mengingat pengaruh Hoax tidak hanya dapat merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.
“Terkait Hoax masyarakat diharapkan untuk berhati-hati dan diharapkan saat menerima informasi diupayakan untuk mencari tau kejelasan dari informasi tersebut agar tidak menimbulkan gangguan Keamanan di tengah masyarakat, “ucapnya.

Patroli dialogis seperti ini rutin dilakukan oleh Polsek Seteluk termasuk Polsek jajaran sebagai salah satu upaya dalam rangka menciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Kabupaten Sumbawa Barat pada umumnya.

DND -NTB

IMG-20250216-WA0121

Korban Tenggelam di Bendungan Kalimantong Kecamatan Brang Ene ditemukan warga, BPBD dan pihak terkait langsung evakuasi

Buser Bhayangkara 74

Sumbawa Barat NTB – Setelah tiga hari dalam pencarian, korban tenggelam yang sebelumnya hilang di Bendungan Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, akhirnya ditemukan pada Sabtu, 15 Februari 2025. Korban yang diketahui bernama Haspandi Ade Putra Pratama (18) ditemukan di Sungai Tiu Bage, Desa Mura, dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan korban bermula sekitar pukul 14.30 WITA, ketika Sdr. Irfan, yang sedang mencari ikan di sekitar Sungai Tiu Bage, menemukan jenazah Haspandi yang tertimbun pasir dan lumpur di pinggir sungai. Mengetahui hal tersebut, Irfan segera memberitahukan tim pencarian dan warga sekitar untuk melakukan evakuasi.

Korban berhasil dievakuasi pada pukul 15.00 WITA dan langsung dibawa ke Puskesmas Brang Ene untuk pemeriksaan medis. Jenazah Haspandi kemudian diangkut menggunakan ambulans Puskesmas Brang Ene dan direncanakan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene.

"Proses evakuasi berjalan lancar dan berakhir pada pukul 16.20 WITA dengan aman," jelas Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasi Humas, AKP Zainal Abidin, S.H.

Dengan ditemukannya korban, pihak kepolisian dan stakeholder terkait menghentikan proses pencarian. Pihak keluarga juga menerima dukungan emosional dari berbagai pihak, termasuk dari Polres Sumbawa Barat dan BPBD.

"Peristiwa ini mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya di area-area yang berisiko tinggi seperti bendungan, terutama pada musim penghujan yang dapat meningkatkan potensi bahaya," ujarnya.

Ajeng-KSB