Admin74 SUD

IMG_1466

Kapolda Jabar Bersama Pejabat Utama dan Para Kapolres Ikuti Apel Kasatwil Polri 2025 di Kabupaten Bogor

Media74.id

 

Jabar,

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H beserta Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar dan para Kapolres jajaran menghadiri Apel Kasatwil Polri 2025 yang diselenggarakan di Satlat Brimob Polri yang berada wilayah Kabupaten Bogor, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si sebagai bentuk konsolidasi dan kesiapan pelaksanaan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tahun 2025.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan prototipe program penguatan tugas kepolisian, yang merupakan salah satu upaya meningkatkan respons dan pelayanan kepada masyarakat melalui modernisasi sarana dan metode kerja.

Selain itu, Kapolri pada kesempatan tersebut menyematkan t-shirt anti sayat kepada perwakilan personel sebagai inovasi perlindungan diri dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Penyematan jaket patroli juga dilakukan sebagai simbol peningkatan kesiapsiagaan anggota dalam mendukung tugas operasional terutama di daerah rawan gangguan kamtibmas.

Pada momen yang sama, juga dilakukan peninjauan kendaraan operasional jenis mobil Pamapta yang diperuntukkan bagi satuan wilayah guna memperkuat mobilitas dan hadirnya polisi di tengah masyarakat secara lebih cepat dan profesional.

Kapolda Jawa Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan soliditas dan kesiapan anggota dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.

Dengan digelarnya Apel Kasatwil Polri 2025 ini diharapkan Polri, khususnya jajaran Polda Jawa Barat, semakin mampu memberikan pelayanan yang presisi, sigap, dan humanis, serta siap mengawal dinamika sosial di tahun 2025." tuturnya.

Gun’S - Red

IMG_1464

Kapolda Jabar Berikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Anggota Bid Humas Polda Jabar Ucapkan retina kasih

Media74.id

 

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan personel dengan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anggota Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jabar, selasa (25/11/2025).

Kapolda Jabar mengungkapkan bahwa Program ini merupakan upaya Polda Jabar untuk memastikan para personel tetap sehat, bugar, dan produktif dalam menjalankan tugas kehumasan yang dinamis dan membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.

Kegiatan MBG dilaksanakan di lingkungan Mapolda Jabar dan diikuti oleh seluruh anggota Bidhumas. Kapolda Jabar menegaskan bahwa pemenuhan asupan bergizi merupakan bagian dari dukungan organisasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri

Personel yang sehat akan bekerja lebih optimal. Melalui program Makan Bergizi Gratis ini, Polda Jabar ingin memastikan bahwa seluruh anggota, khususnya Bidhumas, mendapatkan asupan nutrisi yang baik agar tetap prima dalam menjalankan tugas,” ujar Kapolda Jabar dalam keterangannya.

Kapolda Jabar juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Bidhumas yang selama ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam penyebaran informasi publik, pengelolaan media, serta penguatan citra positif Polri. Program MBG disebut sebagai salah satu bentuk dukungan langsung terhadap kesejahteraan anggota.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyambut baik program tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Jabar atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan personel, tetapi juga meningkatkan kebersamaan serta semangat kerja tim dalam lingkungan Bidh Humas Polda Jabar.

Dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini, diharapkan seluruh personel Bidhumas Polda Jabar dapat semakin bersemangat dan fokus dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat, sejalan dengan visi Polri yang Presisi.

Gun’S - Red

1ec4e8ce-c40b-4060-bd28-c8f8f4e3f140

TNI Perkuat Respons Penanggulangan Bencana, Pastikan Penanganan Dampak Erupsi Semeru Berjalan Cepat dan Terkoordinasi

Media74.id

 

LUMAJANG,

Upaya penanggulangan dampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo terus diperkuat melalui langkah cepat dan terkoordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait. TNI AD melalui jajaran Korem 083/Baladhika Jaya bersama Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, Sabtu (22/11/2025).

Peninjauan dimulai dari SDN 04 Supiturang, yang menjadi salah satu titik utama pengungsian warga. Di lokasi ini, unsur TNI bersama instansi lainnya memastikan ketersediaan layanan kesehatan, logistik harian, perlindungan kelompok rentan, serta kesiapan fasilitas pengungsian. Personel di lapangan juga membantu pengamanan wilayah sekitar, mobilitas warga, dan penataan jalur evakuasi.

Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, disalurkan 19 item bantuan kemanusiaan, mulai dari selimut, kebutuhan balita, pakaian anak, perlengkapan mandi, hingga sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pemenuhan kebutuhan awal selama proses darurat berlangsung.

Selain mengecek lokasi pengungsian, rombongan juga meninjau wilayah terdampak di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, salah satu kawasan dengan paparan material vulkanik paling berat. Kondisi rumah warga, sebaran material erupsi, kondisi jalur evakuasi, serta infrastruktur dasar menjadi fokus utama asesmen lapangan, sebagai dasar penguatan penanganan pasca-bencana oleh seluruh pemangku kepentingan.

“TNI akan selalu hadir untuk rakyat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Sejak erupsi terjadi, kami langsung bergerak membantu evakuasi, pengamanan jalur, dan memastikan bantuan sampai ke masyarakat,” ujar Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir.

Jajaran TNI juga menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan tindakan cepat, terukur, dan penuh empati. Keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, serta stabilitas wilayah menjadi fokus utama di lapangan. Unsur prajurit terus disiagakan mengingat dinamika aktivitas Gunung Semeru yang masih berada pada tingkat kewaspadaan tinggi.

Sinergi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan penanganan. TNI bekerja berdampingan dengan BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan dan memastikan setiap langkah penanganan bencana dijalankan secara aman dan manusiawi.

Dengan kerja terkoordinasi dan dukungan penuh di lapangan, upaya penanggulangan dampak erupsi Semeru diharapkan dapat berlangsung cepat, tepat, dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Lumajang. *(Dispenad)*

Gun’S - Red

c6554be5-381a-474a-ace9-328aa083f71a

Acara Touring Wisata Bidhumas bersama Insan media jurnalis 748 Polda jabar

Media74.id

Jabar,

-Polda Jabar -Humas Polda Jawa barat (Jabar) menggelar acara Touring Wisata Bidhumas bersama wartawan dan penggiat media Polda Jabar , Acara di Tirta Alam beralamat Jalan Sagala Herang RT 11 RW 14, Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, pada Sabtu pagi.(22/11/25)

Profesi seorang jurnalis adalah profesi yang sangat mulia, Di dalam penulisan yang Real dan baik sangat meningkatkan kualitas dirinya, namun jika dalam penulisan seorang jurnalis tidak real akan mencoreng profesinya tersebut , dimana dalam pemberitaan harus bisa dipertanggung jawabkan seorang

Diketahui bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan para insan pers yang khusus jurnalis Lodaya 748 dan Predikat Pertama untuk link berita terbanyak.

Acara ini diawali dengan kata sambutan dan Doa dari MC acara dari jajaran BidHumas Polda Jabar yang diperkasai atas pelaksanaan kegiatan ini oleh Bapak Kabid Humas Polda Jabar
Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., dan dilanjutkan dengan perlombaan menyanyi yang diikuti para wartawan yang tampak semangat tinggi untuk mengikuti kegiatan Touring Wisata bersama insan media Jurnalis Lodaya 748 sejumlah 32 media.

Daftar Touring Jurnalis Lodaya 748 ( Media Pokja Polda Jabar) bersama Jajaran Humas Polda Jabar .

1.Bhayangkara Globa news

2.Warpol.id

3.Reformasi Aktual

4.PWPM News

5.EkposKriminal.com

6.Majalah CEO

7.Mangsi Jabar

8.Ekpose Lensa

9.Res-Publika

10. Fakta Reformasi

11.Sergap Reborn

12.Enternitynews.co.id)

13.Damarnews.com

14.Kontrol News

15. Info polisi.net

16. Mata Peristiwa

17. Satyakaryanews.com

18.Media El Sinta

19. Buserbhayangkara 74

20. Kicaunews.com

21.Kimcipedes.com

22.'media newstrip

23. Patroli.com

24.Simfoninews.com

25. Media suaragaruda com/Jurnalis.or.id-
. Mataperistiwa.net

26 jejakkimpolnews

27 Hadejabarnews.com

28.Cyber Nusanta

29.Media Kapol.id

30.media Inspirasi TV

31. MartinMedia Prabunews.com

32. Media Rmol Jabar

 

Selanjutnya, permainan berlangsung meriah dengan peserta yang di panggil siapa aja dari beberapa media masing-masing Penampilan ibu-ibu Polwan dan jajaran dari Penmas Polda yang dikomandoi Kompol Nurul bersama jajaran turut memeriahkan suasana.

Turut hadir pula AkBP Temmy kasubdit multimedia kasubdit AKBP Boni ,Kompol Rina ,AkP Memey ,Aipda gatra dan pemilik Tirta alam pun hadir.

Dalam kata sambutan awal Ketua jurnalis Lodaya 748 bang Vony mengusulkan agar Polda Jabar tetap para wartawan tetap solid dan minta tidak ada dusta di antara kita. Tidak ada dusta di antara kita" berarti pesan untuk berkata jujur dan saling percaya dalam hubungan, tanpa adanya kebohongan, kepalsuan, atau manipulasi. Ungkapan ini menekankan pentingnya kejujuran sebagai dasar hubungan yang tulus dan kuat, di mana perkataan dan perbuatan saling selaras dan sesuai dengan kenyataan. Dan tetap berpegang merah putih.

Kemudian kompol Nurul menambahkan agar kegiatan touring wisata ini lebih aktip dan kompak ke depannya .

Tampak dengan sangat senang sekali Bapak Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para insan pers tetap bisa terus solid antar organisasi media, di acara Touring wisata dan seluruh wartawan yang selama ini bermitra dengan Polda jabar

Kami mengadakan touring Wisata ini untuk mempererat hubungan antara Polri dan wartawan. Kami sangat menghargai seluruh organisasi media dan berupaya meningkatkan pelayanan informasi,” ujarnya.

 

 

Asep Sunandar

09358bca-523a-4b7d-a2ab-6a91999a0cd5

Pengkhianatan Di balik Topeng Kades: Dugaan Makelar Kasus, Kepercayaan Warga Hilang

Media74.id

 

Sumbawa Barat NTB-

Dugaan praktik percaloan kasus kembali mencuat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kali ini, Kepala Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, diduga menjadi perantara sekaligus meminta sejumlah uang kepada keluarga terduga pelaku dalam sebuah kasus yang melibatkan warganya. Peristiwa ini terjadi pada 25 Februari 2025 dan kini menimbulkan kegaduhan, setelah proses hukum tetap berjalan meski uang perdamaian telah diserahkan.

Salah seorang keluarga terduga pelaku berinisial S mengungkapkan kepada media bahwa Kepala Desa Kalimantong meminta uang sebesar Rp15 juta sebagai biaya perdamaian. Uang tersebut diserahkan oleh lima keluarga terduga pelaku di Setebe Brang, Kecamatan Taliwang. “Kami kumpul berlima, dan uang itu kami serahkan langsung ke kepala desa karena beliau bilang itu untuk diserahkan kepada keluarga korban,” ujar S.

Menurut pengakuan S, Kepala Desa Kalimantong meyakinkan bahwa uang tersebut akan diberikan kepada pihak korban yang berinisial A, yang juga merupakan anggota BPD Desa Tapir, Kecamatan Seteluk. Keluarga terduga pelaku sempat merasa lega karena mengira kasus ini akan berakhir damai sesuai janji sang kepala desa. “Kami percaya saja, karena beliau bilang semuanya sudah diatur dan tinggal menunggu penyelesaian,” tambah S.

Namun, kenyataan berbanding terbalik. Setelah penyerahan uang, keluarga terduga pelaku mendatangi Polres Sumbawa Barat untuk memastikan proses administrasi perdamaian. Akan tetapi, mereka terkejut karena kasus tersebut ternyata masih terus berlanjut bahkan kini sudah memasuki tahap persidangan. “Waktu kami datang ke polres, ternyata tidak ada surat-surat damai. Malah kasusnya tetap jalan. Kami kaget dan bingung,” ujar S.

Tidak berhenti di situ, Kepala Desa Kalimantong disebut kembali meminta uang tambahan sebesar Rp5 juta kepada keluarga terduga pelaku. Alasannya, uang tersebut diperlukan untuk mempercepat komunikasi dengan pihak-pihak tertentu agar proses hukum dapat dihentikan. Karena merasa terdesak dan takut kasus membesar, keluarga pun kembali menyerahkan uang itu. “Kami sudah kasih tambahan lima juta, tapi faktanya kasus tetap lanjut. Kami merasa benar-benar dipermainkan,” tegas S.

Keluarga terduga pelaku mengaku kecewa dan merasa ditipu oleh oknum kepala desa tersebut. Mereka menilai bahwa permintaan uang itu tidak memiliki dasar yang jelas dan menimbulkan kesan bahwa kepala desa bertindak sebagai makelar kasus. “Kalau memang beliau tidak bisa bantu, harusnya dari awal bilang. Bukan malah minta uang lagi tapi tidak ada hasil,” ungkap S dengan nada kesal.

Terpisah, media ini mencoba mengonfirmasi kepada pihak korban, yakni A atau yang akrab disapa Mek. Ia membenarkan bahwa dirinya telah menerima uang perdamaian sebesar Rp15 juta yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Kalimantong. Namun, Mek menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui atau meminta uang tambahan Rp5 juta seperti yang diklaim keluarga terduga pelaku. “Saya hanya terima yang lima belas juta itu. Tambahan lima juta saya tidak tahu sama sekali,” ujarnya.

Mengenai alasan proses hukum tetap berlanjut meski telah ada upaya damai antara kedua pihak, Mek menjelaskan bahwa perdamaian tidak serta-merta menghentikan proses pidana. Menurutnya, aparat penegak hukum memiliki kewenangan penuh untuk tetap melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami memang sudah berdamai, tapi itu tidak otomatis menghentikan perkara. Proses hukum tetap jalan sesuai aturan,” jelasnya.

Sementara itu, keluarga terduga pelaku saat ini tengah mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan, termasuk kemungkinan melaporkan dugaan tindakan pemalakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Kalimantong. Mereka berharap ada kejelasan dan keadilan atas peristiwa yang menimpa mereka. “Kami hanya ingin keadilan. Kalau memang ada oknum yang bermain, harus diproses juga. Jangan kami yang jadi korban dua kali,” kata S.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Kalimantong belum berhasil dimintai tanggapan. Keluarga terduga pelaku berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan untuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum kepala desa sebagai makelar kasus, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Red

2dd071dd-e925-4d79-8d38-5afde806602e

Polda Jabar Amankan 2 Residivis Pelaku Pencurian dengan Kekerasan

Buser Bhayangkara74

 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Tim Resmob Polda Jawa Barat bersama Unit Reskrim Polsek Arcamanik mengamankan dua pelaku pencurian dengan kekerasan yang beraksi di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (10/11/2025) dini hari. Kedua pelaku yang diamankan adalah R M L dan S M, yang menurut kepolisian merupakan residivis kasus serupa.

Kapolsek Arcamanik Kompol Nasrudin menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan tidak lama setelah laporan masuk. “Begitu menerima informasi terkait kejadian tersebut, anggota langsung bergerak ke TKP, menggali keterangan saksi, dan menelusuri rekaman CCTV. Dari petunjuk yang ada, tim berhasil mengidentifikasi dan mengejar para pelaku hingga akhirnya dapat diamankan,” ujarnya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.45 WIB di depan Kantor Kelurahan Cisaranten Kulon, Arcamanik. Dua korban, Malik Abdul Azis dan Arif Lutfi Hanin, yang merupakan pedagang asal Tegal, menjadi sasaran saat melintas di lokasi yang sepi. Keduanya mengalami luka sobek pada bagian kepala dan tangan akibat sabetan senjata tajam.

Menurut laporan, para pelaku beraksi dengan cara berboncengan menggunakan sepeda motor sambil mencari target secara acak. Setelah menemukan korban, pelaku merampas barang-barang milik korban dan tak segan melakukan kekerasan menggunakan golok.

Setelah mendapat gambaran jelas dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi, petugas segera melakukan pengejaran. Kedua pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Barang bukti yang diamankan antara lain sebuah pisau berukuran 30 cm dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi D-5529-GO, yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan tersebut.

Kompol Nasrudin menegaskan bahwa kasus ini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Arcamanik. “Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan. Kami terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kejadian serupa di wilayah lain,” katanya, Minggu (16/11/2025)

Polisi juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang memberikan informasi saat kejadian berlangsung, sehingga mempermudah proses penyelidikan dan penangkapan.

Kasus pencurian dengan kekerasan ini disangkakan melanggar Pasal 365 KUHP dan para pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Arcamanik Bandung.

Bandung 16 Nopember 2025

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Deni K

7dc80ef8-9637-416a-8c45-b400e4797ef2

Warga Kaget, Tanahnya Sudah Jadi HGB Perusahaan Asing

Media74.id

 

Sumbawa Barat NTB -

Warga Dusun Jelengah, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, mengaku menjadi korban praktik penipuan dan manipulasi data terkait penerbitan Surat Sporadik hingga terbitnya Hak Guna Bangunan (HGB) milik perusahaan asing di kawasan sumber mata air Blok Ai Linung. Dua warga, Arifin dan Syarifuddin, membeberkan bahwa sedikitnya 20 orang di dusun tersebut merasa dirugikan akibat praktik yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Menurut Arifin, awal mula persoalan terjadi ketika seorang berinisial S mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan KTP. Saat itu, Supar memberikan alasan bahwa pengumpulan KTP tersebut bertujuan untuk membagikan lahan seluas satu hektare kepada masing-masing warga. “Kami diminta KTP katanya untuk bagi tanah sama-sama, satu hektar per orang. Kami percaya saja, karena waktu itu tidak ada hal yang mencurigakan,” ungkap Arifin. Saat melaporkan kepada media, Minggu (16/11/2025).

Setelah KTP dikumpulkan, warga kemudian mengetahui bahwa data mereka digunakan untuk membuat Surat Sporadik atas nama masing-masing warga. Sporadik tersebut menjadi alas hak pertama, meski lahan yang dimaksud tidak pernah dikelola maupun dibuka oleh masyarakat selama ini. “Kami baru paham belakangan bahwa KTP itu dibuatkan sporadik. Padahal tanah itu tidak pernah kami kelola,” ujar Syarifuddin.

Masalah semakin meruncing ketika warga diminta menandatangani kwitansi kosong di atas materai dengan iming-iming pembayaran sebesar Rp20 juta. Kwitansi itu disebut sebagai bukti transaksi penjualan tanah dari warga kepada seseorang berinisial M. Namun, hingga kini uang yang dijanjikan tidak pernah diterima oleh warga. “Kami disuruh tanda tangan kwitansi kosong. Katanya nanti uang 20 juta dikasih. Tapi sampai sekarang sepeser pun tidak ada,” tegas Arifin.

Setelah kwitansi ditandatangani, diketahui bahwa M kemudian menjual tanah tersebut kepada sebuah perusahaan asing, PT Long Happy Life. Transaksi itu membuat lahan yang sebelumnya diklaim sebagai milik warga akhirnya berubah status menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama perusahaan tersebut. “Tahu-tahu sudah jadi HGB perusahaan asing. Kami benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa terjadi seperti itu,” kata Syarifuddin.

Yang membuat warga semakin terkejut adalah lokasi tanah yang dialihkan tersebut berada di kawasan yang sangat sensitif, yakni sumber mata air Blok Ai Linung, yang selama ini menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat sekitar. “Ini bukan hanya soal tanah, tapi menyangkut sumber air kami. Kalau sampai dikuasai perusahaan asing, bagaimana nasib warga?” ujar Syarifuddin penuh kekhawatiran.

Arifin menambahkan bahwa seluruh proses yang berlangsung dirasakan sangat janggal dan tidak transparan. Warga tidak pernah diberi penjelasan resmi mengenai pembuatan sporadik maupun rencana penjualan lahan tersebut. “Semua prosesnya gelap. Tahu-tahu sporadik sudah jadi, dan kami diminta tanda tangan kwitansi kosong. Jelas ini ada permainan,” ungkapnya.

Para warga kini merasa dirugikan karena telah kehilangan hak atas tanah yang secara administratif tercatat atas nama mereka, namun tidak pernah mereka kuasai dan tidak pernah menerima uang penjualan sebagaimana yang dijanjikan. “Tanah hilang, uang tidak dapat. Kami merasa ditipu mentah-mentah,” kata Arifin.

Selain itu, warga menilai bahwa tindakan tersebut bukan hanya merugikan secara pribadi tetapi juga mengancam kepentingan masyarakat luas di wilayah sumber mata air. Mereka berharap aparat penegak hukum serta pemerintah desa dan kecamatan segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak oknum yang terlibat. “Kami harap ini segera ditangani. Jangan sampai sumber air kami digadaikan oleh pihak yang mencari keuntungan pribadi,” tegas Syarifuddin.

Warga Dusun Jelengah kini berencana mengajukan pengaduan resmi agar hak mereka dikembalikan dan status lahan dapat diperjelas. Mereka juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap terbitnya HGB perusahaan asing tersebut untuk mencegah terjadinya konflik lahan yang lebih besar di kemudian hari.

Hen KSB

ab03f765-692c-4c9a-8157-a1a1c3aa55b0

Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan Pemerintah Desa Kalimantong

Media74.id

 

Sumbawa Barat NTB —

11/11/25

Sejumlah warga Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat mengeluhkan buruknya pelayanan di kantor Pemerintah Desa Kalimantong. Warga menilai aparat desa kurang disiplin dan tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan dan informasi warga, beberapa aparatur desa terlihat asyik bermain telepon genggam saat jam kerja. Bahkan, ada yang bersikap tidak sopan dengan menaikkan kaki di atas meja kerja, sementara masyarakat sedang menunggu pelayanan.
“Saya datang ke kantor desa untuk meminta pelayanan administrasi, tapi para petugas tampak sibuk dengan ponselnya. Kami menunggu lama tanpa kepastian,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja aparatur desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik. Warga berharap Kepala Desa Kalimantong segera mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang lalai dan memperbaiki sistem pelayanan agar masyarakat kembali percaya.

Pelayanan publik merupakan kewajiban utama pemerintah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk memberikan pelayanan secara cepat, tepat, dan profesional kepada seluruh masyarakat.
“Pelayanan desa itu ujung tombak pemerintahan. Kalau di desa saja sudah tidak peduli pada warga, bagaimana masyarakat mau percaya pada pemerintah,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat agar segera dilakukan pembinaan dan pengawasan lebih ketat terhadap aparatur pemerintahan di tingkat desa.

Hen - KSB

IMG_0350

Dalam Acara “Sapa Alumni” Komjen Pol Pr0f.Dr.Dedi Prasetyo,S.H.,M.Hum.,M.Si.,M.M. Wakapolri Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik Dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Media74.id

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.

Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Gun’S - Red

83cf0687-1e55-4207-9792-91ccd2cfdbac

Penganiayaan Secara Bersama-Sama di Jalan Poros Polman–Mamuju, Polisi Lakukan Penyelidikan

Media74.id

 

POLRES POLMAN-

— Piket Polsek Wonomulyo mendatangi lokasi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di Jalan Poros Polman–Mamuju, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (10/11/2025) dini hari.

Informasi mengenai peristiwa tersebut diterima sekitar pukul 01.00 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, tim piket Polsek Wonomulyo yang dipimpin oleh Pamapta I Polsek Wonomulyo, IPDA Kamaruddin, segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Korban diketahui bernama Andre (20), seorang mahasiswa asal Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman. Sementara saksi bernama Rizal Mapakala (25), seorang karyawan swasta asal Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli.

Berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 00.06 Wita, ia berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan seorang perempuan bernama Cimoy, yang meminta untuk dijemput dan mengirimkan lokasi di Jalan Poros Polman–Mamuju. Namun, sesampainya di lokasi, korban justru dikeroyok oleh beberapa pemuda yang berada di tempat tersebut. Korban sempat melarikan diri dan berlindung di pos ronda terdekat.

Saksi Rizal yang kebetulan melintas di lokasi melihat kejadian itu dan berusaha melerai. Setelah peristiwa tersebut, para pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian. Korban kemudian mendatangi Mako Polsek Wonomulyo bersama saksi untuk melaporkan insiden tersebut.

Tak lama setelah menerima laporan, petugas Polsek Wonomulyo yang dipimpin IPDA Kamaruddin segera menuju TKP. Namun, saat tiba di lokasi sekitar pukul 01.20 Wita, petugas tidak menemukan para pelaku. Warga sekitar yang sedang ronda malam juga mengaku tidak mengetahui adanya kejadian pengeroyokan di lokasi itu.

Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna, melalui Pamapta I IPDA Kamaruddin, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa korban sebelumnya memiliki hubungan dekat dengan perempuan bernama Cimoy. Diduga, persoalan pribadi di antara keduanya menjadi pemicu aksi pengeroyokan itu.

Saksi juga sempat melihat seorang perempuan di lokasi kejadian yang diduga Cimoy, namun korban tidak sempat melihat langsung. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di alis kiri serta beberapa luka lebam di tubuh.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas para pelaku.

BHR. BELO - SULBAR