Bulan: Desember 2025

1001757028_320x213

KAS KORMAR SAMPAIKAN PESAN MORAL DI PENGHUJUNG PENGABDIAN

Media74.id

 

"Pengabdian sejati tidak berakhir saat jabatan usai, namun terus hidup melalui keteladanan dan manfaat bagi generasi penerusnya."

*Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta).*

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Muhammad Nadir, M.Tr.Opsla., menyampaikan pesan moral kepada prajurit dan PNS Mako Kormar pada Apel Khusus di Lapangan Apel Mako Kormar, Kesatrian Jenderal KKO Marinir Ali Sadikin, Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

Dalam amanatnya, Kas Kormar menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah negara, sedangkan pengabdian dan kebersamaan bersama prajurit serta PNS adalah kehormatan yang harus dijaga hingga akhir masa tugas.

Kas Kormar juga menyoroti berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia diakhir tahun 2025. Ia menegaskan bahwa kehadiran Korps Marinir harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana dan tugas-tugas kemanusiaan, selain kesiapsiagaan dalam operasi militer.

Pada kesempatan tersebut, Kas Kormar berpesan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga soliditas, profesionalisme, disiplin, serta menjunjung tinggi kehormatan satuan. Ia juga mengajak seluruh prajurit untuk melaksanakan setiap tugas dengan tulus dan ikhlas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selain itu, Kas Kormar menekankan pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas, agar pengabdian yang dilaksanakan senantiasa bernilai ibadah dan membawa keberkahan.

Di akhir amanatnya, Kas Kormar memohon doa restu agar dapat menjalani masa purna tugas dengan baik serta tetap bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0110

Peduli Kelestarian Alam, Polda Jateng Terapkan Kebijakan Tanam Pohon Bagi Personel yang Naik Pangkat

Media74.id

 

Polda Jateng- Kota Semarang |

Polda Jawa Tengah menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh personel yang akan mengikuti kenaikan pangkat untuk menanam bibit pohon kayu keras di lingkungan sekitarnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab moral seiring dengan peningkatan jenjang kepangkatan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan memiliki makna mendalam. Menurutnya, kenaikan pangkat harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Pangkat itu bukan hanya penghargaan atas kinerja, tetapi juga amanah. Melalui penanaman pohon kayu keras, kami ingin menanamkan nilai bahwa setiap kenaikan pangkat harus memberi manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025) pagi.

Pada periode kenaikan pangkat kali ini, kebijakan tersebut akan diikuti oleh sebanyak 319 personel di lingkungan Mapolda Jawa Tengah. Jumlah tersebut terdiri dari 37 perwira menengah, 54 perwira pertama, 202 bintara, dan 24 tamtama, sehingga mencerminkan komitmen kolektif lintas jenjang kepangkatan.

Kombes Pol Artanto menegaskan, pemilihan bibit pohon kayu keras bertujuan agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun sosial. Selain itu, penanaman dilakukan di lingkungan sekitar agar keberadaannya dapat dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.

Melalui kebijakan ini, Polda Jawa Tengah berharap dapat membangun budaya kepedulian lingkungan di internal kepolisian sekaligus memperkuat citra Polri yang humanis, presisi, dan berorientasi pada masa depan.

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan ini tidak berhenti pada seremonial, Pohon yang ditanam harus tumbuh, dirawat, dan benar-benar memberi manfaat. Ini adalah bentuk kontribusi nyata Polri dalam menjaga keseimbangan lingkungan,” tandasnya.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0059

Rilis Akhir Tahun 2025, Polri Paparkan Capaian Operasional dan Perkuat Pendekatan Humanis Berbasis Kepercayaan Publik

Media74.id

 

Jakarta —

Kepolisian Negara Republik Indonesia memaparkan capaian bidang operasional sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun sebagai langkah reflektif dan bentuk akuntabilitas kinerja Polri kepada masyarakat. Paparan ini tidak sekadar menyajikan data dan angka, tetapi menggambarkan kehadiran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang presisi di seluruh penjuru negeri.

Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol Fadil Imran menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Polri telah melaksanakan 5 operasi terpusat dan 265 operasi kewilayahan. Operasi tersebut tidak hanya berfokus pada agenda nasional berskala besar seperti Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, tetapi juga memperkuat kemandirian wilayah melalui ratusan operasi di tingkat polda untuk menjawab tantangan spesifik di masing-masing daerah.

“Rilis akhir tahun ini adalah bentuk pertanggungjawaban Polri kepada masyarakat. Ini refleksi kinerja kami sepanjang 2025 dalam mengoptimalkan pemeliharaan kamtibmas, perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang presisi,” ujar Komjen Pol Fadil Imran.

Ia menegaskan bahwa keamanan nasional tidak dapat dibangun oleh Polri sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, Polri menjalin kerja sama dengan 5 kementerian, 4 lembaga, dan 2 unsur non-lembaga guna memastikan sistem keamanan nasional yang komprehensif dan inklusif.

Menurutnya, stabilitas keamanan juga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Keberhasilan pengamanan berbagai agenda nasional dan internasional menjadi bukti bahwa keamanan merupakan investasi strategis.

“Keamanan adalah investasi ekonomi. Pengamanan World Water Forum terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali sebesar 8,23 persen. Begitu pula pengamanan kunjungan Paus Franciscus yang menunjukkan Indonesia sebagai negara yang damai dan toleran di mata dunia,” jelasnya.

Komjen Fadil menambahkan, Polri memastikan setiap event besar yang diamankan mampu memberikan dampak positif langsung bagi perekonomian rakyat.

Dalam aspek reformasi operasional, Polri menegaskan bahwa perubahan tidak hanya menyentuh taktik di lapangan, tetapi juga filosofi mendasar tentang kehadiran negara dalam ruang-ruang demokrasi. Polri menempatkan penyampaian pendapat di muka umum sebagai hak konstitusional warga negara, dengan peran Polri sebagai penjamin dan pelayan keamanan publik.

Polri secara terbuka mengakui adanya kritik publik terkait penggunaan kekuatan yang dinilai tidak proporsional serta lemahnya fungsi negosiasi di lapangan. Kritik tersebut menjadi titik balik bagi institusi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Kami berani mengakui kritik sebagai bagian dari proses transformasi. Dari situ kami melakukan pergeseran pendekatan, agar pengamanan tidak lagi berorientasi pada kekuatan semata, tetapi pada kepercayaan,” tegas Komjen Fadil.

Dalam dokumen kebijakan terbaru, Polri menetapkan tiga pilar utama pengamanan, yakni pendekatan dialogis berbasis hukum, proporsionalitas penggunaan kekuatan, serta integritas dan legitimasi. Ketiga pilar tersebut ditujukan untuk memastikan akuntabilitas institusi sekaligus menghadirkan sentuhan humanisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Sejalan dengan itu, Polri juga menggeser paradigma pengamanan aksi massa. Dari pendekatan crowd control yang represif, menuju crowd management, hingga paradigma ideal berupa mutual respect, di mana polisi hadir sebagai mitra publik dan masyarakat menghormati kehadiran polisi karena merasakan niat baik serta orientasi solusi.

“Pengamanan aksi tidak boleh lagi dilihat dari jumlah pasukan, tetapi dari kualitas interaksi antara polisi dan masyarakat. Inilah pendekatan yang lebih manusiawi dan berorientasi ke depan,” ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas keamanan, Polri juga berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Sepanjang 2025 tercatat ribuan kejadian bencana, dengan tanah longsor dan angin puting beliung sebagai bencana yang paling dominan. Jawa Tengah menjadi wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi.

Fokus utama Polri diarahkan pada kecepatan respons berbasis pemetaan kekuatan personel agar bantuan dapat tiba lebih cepat saat bencana terjadi. Saat bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di akhir tahun, Polri hadir tidak hanya dengan personel, tetapi juga solusi konkret.

Di Aceh, tercatat 18 kabupaten/kota terdampak berat, dengan 133.000 rumah rusak dan 377.200 pengungsi. Polri mengerahkan 11.357 personel gabungan, menyalurkan 2.337,6 ton bantuan kemanusiaan, serta membangun 261 sumur bor untuk menjamin akses air bersih bagi masyarakat terdampak.

“Polri berkomitmen hadir tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi hingga tahap pemulihan. Karena sejatinya tugas Polri bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menegakkan kepercayaan publik,” pungkas Komjen Pol Fadil Imran.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0063

Kapolri Ungkap Survei Kepercayaan Publik terhadap Polri Alami Tren Positif

Media74.id

 

Jakarta -

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang terus meningkat.

“Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal ini ditunjukkan melalui survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei, baik internasional maupun nasional,” ujar Sigit.

Kapolri menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dan integritas institusi.

Menurut Sigit, tingginya kepercayaan publik merupakan modal strategis agar Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi keamanan nasional yang dinilai cukup kondusif, di mana masyarakat merasa aman beraktivitas di berbagai situasi, termasuk pada malam hari.

“Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” jelasnya.

Selain itu, pada indikator safe to walk alone at night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei.

Lebih lanjut, Sigit membeberkan hasil survei yang dirilis Litbang Kompas pada November 2025. Dalam survei tersebut, Polri menempati posisi tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.
“Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini menjadi dukungan, motivasi, dan semangat bagi institusi serta seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional dan akuntabel,” papar Sigit.

Ia menambahkan, tingginya kepercayaan publik tersebut sejalan dengan persepsi rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas responden mengaku merasa aman, sementara hanya sebagian kecil yang menyatakan sebaliknya.

“Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” pungkas Sigit.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0065

Belasan Ribu Personel Dikerahkan, Polri Kawal Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Media74.id

 

Jakarta -

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan belasan ribu personel gabungan untuk membantu penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain personel, berbagai peralatan dan bantuan kemanusiaan turut dikirim guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

Paparan tersebut disampaikan Asisten Utama Operasi Kapolri, Komjen Pol Fadil Imran, dalam rilis akhir tahun 2025 yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). Ia menyebutkan, personel Polri disebar di berbagai titik terdampak untuk mendukung seluruh tahapan penanganan bencana.

“Saat bencana melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar di akhir tahun ini, Polri tidak hanya datang dengan pasukan, tapi juga dengan solusi. Kami mengerahkan alat berat, menyalurkan puluhan ton sembako, hingga membangun ratusan sumur bor untuk menjamin akses air bersih bagi pengungsi,” ujar Fadil.
Ia menegaskan, kehadiran Polri tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata.

“Polri berkomitmen hadir hingga tahap pemulihan, bukan hanya saat tanggap darurat,” sambungnya.

Lebih lanjut, Fadil merinci kekuatan personel dan volume bantuan yang disalurkan di masing-masing provinsi terdampak. Di Aceh, Polri mengerahkan 11.357 personel dengan total bantuan kemanusiaan mencapai 2.337 ton. Sementara di Sumatera Utara diterjunkan 2.550 personel dengan bantuan 1.236 ton, dan di Sumatera Barat sebanyak 4.538 personel dengan bantuan 871 ton.

Selain itu, Polri juga mengerahkan ratusan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi korban meninggal dunia. Tim kesehatan Polri pun memberikan layanan medis kepada lebih dari 37 ribu warga di wilayah terdampak.

“Kami mengerahkan 1.105 personel dari tim nakes dan DVI untuk membantu identifikasi serta pelayanan medis langsung,” ucap Fadil.
Guna memastikan kelancaran komunikasi di lokasi bencana, Polri turut mendistribusikan 86 unit perangkat Starlink. Teknologi tersebut dinilai krusial dalam mendukung koordinasi lintas sektor di daerah dengan keterbatasan jaringan.

“Kami juga mengerahkan 33 unit kendaraan dapur lapangan yang mampu menyediakan ribuan porsi makanan hangat setiap hari untuk para pengungsi,” tutupnya.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir bersama masyarakat, memastikan pemulihan pascabencana berjalan efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0070

ETLE Dinilai Efektif Tekan Pelanggaran dan Pungli, Kakorlantas: Masyarakat Kian Tertib di Jalan

Media74.id

 

Jakarta -

Korlantas Polri menilai penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik semakin efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat di jalan raya. Hal tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam rilis akhir tahun 2025 di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Irjen Agus mengungkapkan, sepanjang 2025 sekitar 95 persen penegakan hukum lalu lintas telah berbasis e-TLE, sementara 5 persen masih dilakukan melalui tilang langsung. Kebijakan ini, kata dia, merupakan bagian dari transformasi digital Polri di bidang lalu lintas.

“Di Polantas, kami lebih senang kalau kita lebih dekat dengan masyarakat dan bahkan kebijakan kami di penegakan hukum ditilang, atas izin Bapak Kapolri, 95 persen penegakan hukum menggunakan e-TLE. Jadi lompatan transformasi digital ini adalah lebih baik, 5 persen tilang,” kata Irjen Agus dalam paparannya.

Menurutnya, tilang elektronik dirancang untuk memutus ruang terjadinya praktik-praktik transaksional, seperti pungutan liar dan suap di lapangan. Dengan sistem berbasis teknologi, interaksi langsung antara petugas dan pelanggar dapat diminimalisir.

“Maka dari itu, berdasarkan evaluasi berkaitan dengan mengubah wajah Polri, Polantas yang deket dengan masyarakat, ini bagian dari upaya-upaya kami melayani masyarakat dan bahkan ada istilah senyum Polri dan senyum Polantas adalah marka utama. Jadi pendekatan humanis seperti yang menjadi arahan Bapak Kapolri, kita kedepankan,” ucapnya.

Irjen Agus juga menyoroti perubahan perilaku pengguna jalan setelah penerapan e-TLE diperluas. Ia menilai tingkat kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas mengalami peningkatan signifikan.

“E-TLE setelah kita revitalisasi, kita kedepankan 95 persen penegakan hukum dengan e-TLE, ternyata tingkat kepatuhan masyarakat cukup tinggi, biarpun jumlah e-TLE itu masih kecil, tapi kami bermimpi di 2026 mungkin bisa 5.000 e-TLE dan sampai saat ini baru ada sekitar 1.200 sekian,” ujarnya.

Ke depan, Korlantas Polri akan terus merevitalisasi dan memperluas jangkauan e-TLE sebagai instrumen utama penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi.

“Ini akan kami revitalisasi sehingga kami betul-betul penegakan hukum menggunakan teknologi ini adalah bagian dari menghilangkan transaksional, termasuk juga pelanggaran-pelanggaran yang lain,” imbuh Irjen Agus.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, transparan, dan humanis dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0072

Dukung Swasembada Pangan, Polri Tingkarkan Produksi Jagung Hingga 16 Juta Ton

Media74.id

 

Jakarta -

Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat kontribusi signifikan dalam mendukung program nasional swasembada pangan melalui peningkatan produksi jagung sepanjang tahun 2025. Upaya tersebut berhasil mendorong produksi jagung nasional hingga menembus lebih dari 16 juta ton.

Capaian ini disampaikan As SDM Kapolri Irjen Anwar dalam Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, Polri menargetkan produksi jagung sebesar 4 juta ton pada 2025 dengan mengoptimalkan lahan potensi seluas 1.378.608 hektare.

Anwar mengungkapkan, dari target awal satu juta hektare lahan, Polri berhasil memetakan dan memanfaatkan lahan potensi yang jauh lebih luas.

Keberhasilan ini berdampak langsung terhadap peningkatan produksi jagung nasional sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Jika dibandingkan data BPS Januari - Desember 2024 yang sebesar 15 juta ton lebih, pada tahun 2025 ini produksi jagung meningkat menjadi 16,5 juta ton lebih. Terdapat tambahan produksi sebesar 1.362.000 ton atau naik lebih dari 9 persen. Sehingga, pemerintah memutuskan tidak impor jagung," ujar Irjen Anwar.

Selain peningkatan produksi, Polri juga aktif mengawal target serapan jagung oleh Bulog. Hingga saat ini, dari target serapan sebesar 147.000 ton pada 2025, realisasi telah mencapai 63 persen. Angka tersebut bahkan disebut telah mencapai 150 persen bila dibandingkan dengan capaian serapan pada 2024.

"Kami optimis hingga akhir tahun target 147.000 ton tersebut dapat terselesaikan sepenuhnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Anwar memaparkan bahwa puncak produksi jagung terjadi pada kuartal II 2025 dengan capaian sebesar 1,89 juta ton. Namun, pada kuartal III dan IV terjadi penurunan produksi akibat sejumlah faktor.

"Kuartal III agak menurun yaitu 751.422 ton dan kuartal IV terdapat penurunan karena memang berbagai permasalahan seperti iklim, bencana di Sumatera, dan perlu adanya modernisasi peralatan produksi jagung. Karena, setelah kita komunikasi dengan Kementerian Pertanian saat ini baru dialokasikan untuk padi, sehingga mudah-mudahan 2026 modernisasi peralatan ditambahkan ke jagung," pungkasnya.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0075

Peringati Hari Jadi Intelkam ke-80, Ditintelkam Polda Metro Jaya Gelar Donor Darah

Media74.id

 

Jakarta —

Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Metro Jaya menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelkam Polri ke-80 yang jatuh pada 2 Januari 2026. Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan bakti Polri kepada masyarakat, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari implementasi Program Jaga Jakarta yang diinisiasi Polda Metro Jaya, sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol. Miko Indrayana, mengatakan kegiatan donor darah tersebut diikuti oleh 150 personel Intelkam, baik dari Ditintelkam Polda Metro Jaya maupun Satintelkam Polres jajaran.

“Sebanyak 150 personel mengikuti donor darah. Darah yang terkumpul akan disalurkan kepada stakeholder tenaga kesehatan untuk membantu kebutuhan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Pol. Miko Indrayana.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rangkaian peringatan hari jadi Intelkam Polri, tetapi juga wujud empati dan kepedulian sosial personel intelijen Polri kepada masyarakat.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa Polri terus berkomitmen hadir melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat call center 110 yang siaga 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan kamtibmas,” kata Kombes Pol. Budi Hermanto.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat membantu ketersediaan stok darah sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang humanis dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Gun'S - Red

IMG-20251230-WA0076

Polda Jateng Himbau Ganti Perayaan Tahun Baru 2026 Dengan Doa dan Aksi Solidaritas Wujud Peduli Bencana,Tanpa Kembang Api

Media74.id

 

Polda Jateng-Kota Semarang |

Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Polda Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk merayakan malam tahun baru secara sederhana, tertib, dan penuh makna, tanpa menyalakan kembang api maupun petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Ajakan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto pada hari Selasa (30/12/2025) di Mapolda Jateng sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya di tengah situasi duka akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Momentum pergantian tahun diharapkan dapat dimaknai bukan dengan kemeriahan yang berlebihan, melainkan dengan kebersamaan, doa, serta aksi solidaritas sosial.

Kabid Humas menyampaikan bahwa perayaan tahun baru merupakan momen refleksi dan harapan, yang sebaiknya diisi dengan kegiatan positif dan bernilai.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api atau petasan, dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti doa bersama, kegiatan keagamaan, maupun aksi solidaritas sosial. Ini adalah wujud empati dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujar Kombes Pol Artanto.

Ia menambahkan, perayaan yang sederhana dan tertib justru akan menjadikan malam tahun baru lebih aman, nyaman, dan bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Makna tahun baru bukan terletak pada kemeriahannya, tetapi pada bagaimana kita menjaga ketertiban, saling menghormati, dan memulai tahun yang baru dengan semangat kebersamaan,” imbuhnya.

Dalam rangka Operasi Lilin Candi 2025, Polda Jawa Tengah terus mengedepankan pendekatan humanis dengan mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban umum dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama malam pergantian tahun.

Polda Jawa Tengah juga mengingatkan, apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi darurat, dapat segera menghubungi call center Polri 110, yang siap melayani selama 24 jam.

Chris-Jateng

IMG-20251230-WA0049

Jaga Ekosistem Hutan, Polres Jepara Bersama Masyarakat Gelar Penanaman Pohon di Bangsri

Media74.id

 

 

Jepara - Polres Jepara |

Dalam meningkatkan rasa peduli guna menjaga ekosistem alam, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar penanaman pohon di petak 26A-1 kawasan Perhutani Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, pada Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat utama dan personel Polres Jepara, Rektor Unisnu Jepara, Kepala Adm Perhutani KPH Pati, Kasi Kelola SDH, Asper Klumo Bangsri, jajaran Muspika Bangsri, Gen Z (Generasi Z) dan masyarakat setempat serta tamu undangan lainnya.

Diketahui, penanaman puluhan ribu bibit pohon jenis pohon jati dan balsa ini dilakukan di sejumlah titik strategis sebagai upaya memperkuat fungsi ekologis sekaligus untuk mendukung program penghijauan yang berkelanjutan.

Kapolres Jepara AKBP Erick menegaskan, bahwa kegiatan penanaman puluhan ribu bibit pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap alam.

Ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat pohon-pohon ini, sehingga lingkungan tetap hijau, asri, dan mampu mencegah potensi bencana di kemudian hari,” ujarnya.

Jenis pohon jati dan balsa dipilih karena memiliki sistem perakaran kuat. Dengan demikian, diharapkan mampu menjaga kestabilan tanah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain itu, AKBP Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Perhutani dan stakeholder terkait atas dukungan dan sinergi yang terbangun dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program penghijauan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Polres Jepara berharap penanaman puluhan ribu bibit pohon dapat memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan, mencegah potensi bencana alam, serta menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang di Kabupaten Jepara.

Chris-Jateng