Bulan: November 2025

ab03f765-692c-4c9a-8157-a1a1c3aa55b0

Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan Pemerintah Desa Kalimantong

Media74.id

 

Sumbawa Barat NTB —

11/11/25

Sejumlah warga Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat mengeluhkan buruknya pelayanan di kantor Pemerintah Desa Kalimantong. Warga menilai aparat desa kurang disiplin dan tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan dan informasi warga, beberapa aparatur desa terlihat asyik bermain telepon genggam saat jam kerja. Bahkan, ada yang bersikap tidak sopan dengan menaikkan kaki di atas meja kerja, sementara masyarakat sedang menunggu pelayanan.
“Saya datang ke kantor desa untuk meminta pelayanan administrasi, tapi para petugas tampak sibuk dengan ponselnya. Kami menunggu lama tanpa kepastian,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja aparatur desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik. Warga berharap Kepala Desa Kalimantong segera mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang lalai dan memperbaiki sistem pelayanan agar masyarakat kembali percaya.

Pelayanan publik merupakan kewajiban utama pemerintah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk memberikan pelayanan secara cepat, tepat, dan profesional kepada seluruh masyarakat.
“Pelayanan desa itu ujung tombak pemerintahan. Kalau di desa saja sudah tidak peduli pada warga, bagaimana masyarakat mau percaya pada pemerintah,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat agar segera dilakukan pembinaan dan pengawasan lebih ketat terhadap aparatur pemerintahan di tingkat desa.

Hen - KSB

IMG_0350

Dalam Acara “Sapa Alumni” Komjen Pol Pr0f.Dr.Dedi Prasetyo,S.H.,M.Hum.,M.Si.,M.M. Wakapolri Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik Dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Media74.id

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.

Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Gun’S - Red

83cf0687-1e55-4207-9792-91ccd2cfdbac

Penganiayaan Secara Bersama-Sama di Jalan Poros Polman–Mamuju, Polisi Lakukan Penyelidikan

Media74.id

 

POLRES POLMAN-

— Piket Polsek Wonomulyo mendatangi lokasi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di Jalan Poros Polman–Mamuju, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (10/11/2025) dini hari.

Informasi mengenai peristiwa tersebut diterima sekitar pukul 01.00 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, tim piket Polsek Wonomulyo yang dipimpin oleh Pamapta I Polsek Wonomulyo, IPDA Kamaruddin, segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Korban diketahui bernama Andre (20), seorang mahasiswa asal Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman. Sementara saksi bernama Rizal Mapakala (25), seorang karyawan swasta asal Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli.

Berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 00.06 Wita, ia berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan seorang perempuan bernama Cimoy, yang meminta untuk dijemput dan mengirimkan lokasi di Jalan Poros Polman–Mamuju. Namun, sesampainya di lokasi, korban justru dikeroyok oleh beberapa pemuda yang berada di tempat tersebut. Korban sempat melarikan diri dan berlindung di pos ronda terdekat.

Saksi Rizal yang kebetulan melintas di lokasi melihat kejadian itu dan berusaha melerai. Setelah peristiwa tersebut, para pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian. Korban kemudian mendatangi Mako Polsek Wonomulyo bersama saksi untuk melaporkan insiden tersebut.

Tak lama setelah menerima laporan, petugas Polsek Wonomulyo yang dipimpin IPDA Kamaruddin segera menuju TKP. Namun, saat tiba di lokasi sekitar pukul 01.20 Wita, petugas tidak menemukan para pelaku. Warga sekitar yang sedang ronda malam juga mengaku tidak mengetahui adanya kejadian pengeroyokan di lokasi itu.

Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna, melalui Pamapta I IPDA Kamaruddin, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa korban sebelumnya memiliki hubungan dekat dengan perempuan bernama Cimoy. Diduga, persoalan pribadi di antara keduanya menjadi pemicu aksi pengeroyokan itu.

Saksi juga sempat melihat seorang perempuan di lokasi kejadian yang diduga Cimoy, namun korban tidak sempat melihat langsung. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di alis kiri serta beberapa luka lebam di tubuh.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas para pelaku.

BHR. BELO - SULBAR

569800f4-5182-4c1e-a6ee-333a08b0a28d

Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 di RSI Cempaka Putih

Media74.id

 

JAKARTA -

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Listyo datang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro.

Ketiganya juga sempat menerima paparan singkat di posko layanan trauma dan healing dari Psikologi Kepolisian. Tak lama, Listyo dan jajarannya memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menemui langsung para korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara.

Data sementara dari posko pelayanan di RSI Cempaka Putih Jakarta, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB dini hari.

Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di IGD, sementara 25 pasien lainnya sudah dipulangkan.

Diketahui, korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan medis di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/11/2025).

Sementara, 25 pasien diperbolehkan pulang. Pantauan SindoNews, sejumlah psikolog kepolisian dan petugas berjaga di posko pelayanan trauma healing yang didirikan di rumah sakit tersebut. Data sementara dari posko pelayanan ini, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB.

Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara, 25 pasien lainnya sudah dipulangkan.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mendirikan posko pelayanan trauma dan healing di dua rumah sakit pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

 

Gun’S - Red

IMG_0001

Pencarian Laka Air di Tubing Genting Jolinggo, 4 Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Media74.id

 

Kabupaten Kendal,

5 November 2025 -

Pencarian laka air di Tubing Genting Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, masih berlangsung. Sebanyak 6 mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dilaporkan hanyut akibat banjir bandang pada Selasa (4/11/2025).

Hingga saat ini, 4 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Riska Amelia (21/P) dari Pemalang, Syifa Nadilah (21/P) dari Pemalang, Nabila Yulian Dessi Pramesti (21/P) dari Bojonegoro, Muhammad Labib Risqi (21/L) dari Pekalongan

Dua korban lainnya, Bima Pranawira (21/L) dari Gresik dan Muhammad Jibril Asyarofi (21/L) dari Jepara, masih dalam proses pencarian. Tim SAR gabungan, termasuk BPBD Kendal, Polsek Singorojo, dan PMI Kendal, masih melakukan pencarian dengan kendala arus sungai yang deras.

Tubing Genting sendiri merupakan salah satu destinasi wisata alam yang populer di Kendal, yang menawarkan pengalaman arung jeram dan keindahan alam yang memukau. Dengan bantuan dari PT PLN melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), destinasi wisata ini telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan wisata

Dengan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Kendal menerima laporan sekira pukul 13.53 WIB dan menugaskan tim untuk melaksanakan assesment dan pencarian orang hanyut tersebut bersama Tim SAR gabungan.

Posko operasi telah didirikan di Balaidesa Getas Kecamatan Singorjo untuk memantau dan mengkoordinasikan proses pencarian.

Operasi gabungan terdiri dari : BPBD Kendal - BNPP Kantor SAR Semarang - Polsek Singorojo - Koramil Singorojo - Damkar Kabupaten Kendal - PMI Kendal - SAR Arnavat Polres Kendal - Pemerintah Desa Singorojo - MDMC - Radik Jaya - Bodri Rafting - IOF - LPBI NU - Ubaloka - Warga.
Hari 1 dinyatakan selesai pada pukul 21.00 WIB dan dilanjutkan esok hari pada pukul 07. 00 WIB. Kita sama sama berdoa agar korban yg hanyut bisa ditemukan. -

Dien Kendal -

IMG-20251102-WA0070

Dugaan Korupsi Dana BOSP di SDN 09 Lintang Kanan, Empat Lawang: Indikasi Mark Up dan Pelanggaran Permendikbud

Media74.id

 

Empat Lawang, Sumatera Selatan

Aroma dugaan korupsi mencuat dari pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SD Negeri 09 Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Sekolah dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 10643938 ini diduga melakukan praktik mark up dan penyimpangan anggaran pada tahun 2023 dan 2024 yang bersumber dari dana pemerintah pusat.

Temuan sementara menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Permendikbud Nomor 8 Tahun 2025, yang mengatur tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana BOSP. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan agar berjalan transparan, efisien, dan akuntabel.

Dugaan Penyimpangan Dana Tahun Anggaran 2023

Pada tahun anggaran 2023, SDN 09 Lintang Kanan menerima dana sebesar Rp 119.700.000 untuk tahap I dan jumlah yang sama untuk tahap II. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah pos anggaran yang diduga tidak dikelola sesuai juknis, bahkan terindikasi kuat terjadi korupsi.

Tahap I (Rp 119.700.000):

1. Pengembangan perpustakaan — Rp 20.497.000, diduga kuat terjadi penyimpangan dan mark up.

2. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler — Rp 8.802.500, terindikasi tidak sesuai realisasi lapangan.

3. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah — Rp 6.332.000, diduga tidak digunakan sesuai peruntukan.

 

Tahap II (Rp 119.700.000):

1. Pengembangan perpustakaan — Rp 5.400.000, terdapat indikasi mark up harga dan laporan fiktif.

2. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler — Rp 17.320.000, diduga tidak terealisasi sebagaimana mestinya.

3. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah — Rp 3.732.000, juga terindikasi terjadi korupsi.

Dugaan praktik penyimpangan ini diperkuat dengan keterangan dari sejumlah sumber internal sekolah dan pihak pemerhati pendidikan yang menyebutkan adanya laporan kegiatan dan pengadaan yang tidak sesuai fakta di lapangan.

Indikasi Mark Up Kembali Terjadi pada Tahun Anggaran 2024

Pada tahun anggaran 2024, SDN 09 Lintang Kanan kembali menerima alokasi dana BOSP sebesar Rp 113.850.000 untuk tahap I dan Rp 113.850.000 untuk tahap II. Namun, indikasi penyimpangan masih berlanjut, bahkan dengan pola yang serupa.

Tahap I:

1. Pemeliharaan sarana dan prasarana — Rp 16.095.000, diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.

2. Penyediaan alat multimedia pembelajaran — Rp 13.010.350, terindikasi mark up dan pengadaan fiktif.

 

Tahap II:

1. Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca — Rp 12.600.000, diduga tidak sesuai laporan realisasi.

2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain — Rp 13.023.000, terindikasi penyimpangan anggaran.

Untuk memastikan kebenaran informasi ini, tim media telah mencoba menghubungi Kepala Sekolah SDN 09 Lintang Kanan, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban resmi maupun klarifikasi dari pihak sekolah.

Demikian pula, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang belum memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Petan - Sumsel

IMG-20251102-WA0115

Dugaan Korupsi Dana BOSP di SDN 09 Lintang Kanan, Empat Lawang: Indikasi Mark Up dan Pelanggaran Permendikbud

Media 74

Empat Lawang, Sumatera Selatan — Aroma dugaan korupsi mencuat dari pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SD Negeri 09 Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Sekolah dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 10643938 ini diduga melakukan praktik mark up dan penyimpangan anggaran pada tahun 2023 dan 2024 yang bersumber dari dana pemerintah pusat.

Temuan sementara menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Permendikbud Nomor 8 Tahun 2025, yang mengatur tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana BOSP. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan agar berjalan transparan, efisien, dan akuntabel.

Dugaan Penyimpangan Dana Tahun Anggaran 2023

Pada tahun anggaran 2023, SDN 09 Lintang Kanan menerima dana sebesar Rp 119.700.000 untuk tahap I dan jumlah yang sama untuk tahap II. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah pos anggaran yang diduga tidak dikelola sesuai juknis, bahkan terindikasi kuat terjadi korupsi.

Tahap I (Rp 119.700.000):

1. Pengembangan perpustakaan — Rp 20.497.000, diduga kuat terjadi penyimpangan dan mark up.

2. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler — Rp 8.802.500, terindikasi tidak sesuai realisasi lapangan.

3. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah — Rp 6.332.000, diduga tidak digunakan sesuai peruntukan.

Tahap II (Rp 119.700.000):

1. Pengembangan perpustakaan — Rp 5.400.000, terdapat indikasi mark up harga dan laporan fiktif.

2. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler — Rp 17.320.000, diduga tidak terealisasi sebagaimana mestinya.

3. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah — Rp 3.732.000, juga terindikasi terjadi korupsi.

Dugaan praktik penyimpangan ini diperkuat dengan keterangan dari sejumlah sumber internal sekolah dan pihak pemerhati pendidikan yang menyebutkan adanya laporan kegiatan dan pengadaan yang tidak sesuai fakta di lapangan.

Indikasi Mark Up Kembali Terjadi pada Tahun Anggaran 2024

Pada tahun anggaran 2024, SDN 09 Lintang Kanan kembali menerima alokasi dana BOSP sebesar Rp 113.850.000 untuk tahap I dan Rp 113.850.000 untuk tahap II. Namun, indikasi penyimpangan masih berlanjut, bahkan dengan pola yang serupa.

Tahap I:

1. Pemeliharaan sarana dan prasarana — Rp 16.095.000, diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.

2. Penyediaan alat multimedia pembelajaran — Rp 13.010.350, terindikasi mark up dan pengadaan fiktif.

Tahap II:

1. Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca — Rp 12.600.000, diduga tidak sesuai laporan realisasi.

2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain — Rp 13.023.000, terindikasi penyimpangan anggaran.

Untuk memastikan kebenaran informasi ini, tim media telah mencoba menghubungi Kepala Sekolah SDN 09 Lintang Kanan, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban resmi maupun klarifikasi dari pihak sekolah.

Demikian pula, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang belum memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Peran-Sumsel

IMG-20251101-WA0103

Diduga Penggunaan Dana BOS Di SDN 09 Lintang Kanan Tidak Sesuai Aturan

Media74.id

SDN 09 Lintang Kanan sedang menjadi sorotan karena adanya dugaan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2023-2024 yang tidak sesuai aturan.Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pendidikan dan kesejahteraan siswa, diduga disalahgunakan oleh pihak sekolah.

 

Namun, menurut laporan dari beberapa pihak, ada indikasi bahwa sebagian dana BOS tersebut digunakan untuk keperluan lain yang tidak berhubungan dengan pendidikan. Misalnya, ada dugaan pembelian barang-barang yang tidak diperlukan sekolah dan penggelembungan harga barang yang dibeli.

Tim media telah mencoba menghubungi pihak sekolah melalui via WhatsApp (WA) untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penyimpangan Dana BOS ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak sekolah.

Dugaan penyimpangan Dana BOS ini dapat berdampak negatif pada kualitas pendidikan di SDN 09 Lintang Kanan. Siswa-siswa di sekolah tersebut mungkin tidak mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang memadai, sehingga dapat mempengaruhi prestasi akademik mereka.

 

"Kami sangat prihatin dengan dugaan penyimpangan Dana BOS ini. Kami akan terus mengawasi dan menginvestigasi kasus ini untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya," ujar frans

Pewarta: team