Bulan: Juni 2025

IMG-20250609-WA0003

Eceng Gondok Hambat Perkembangan Wisata Situ Bagendit Menuju Go Internasional

Media74.id

 

Garut,

Objek wisata Situ Bagendit yang terletak di Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang cepat dan invasif di perairannya. Tanaman ini tidak hanya mengurangi keindahan alam Situ Bagendit tetapi juga menghambat upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut menuju Go Internasional.

Situ Bagendit yang memiliki luas sekitar 124 hektar, merupakan salah satu andalan pariwisata Kabupaten Garut yang dikelola oleh pemerintah daerah. Sewaktu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah mencanangkan Situ Bagendit sebagai destinasi wisata go internasional. Namun, realisasi rencana ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah masalah eceng gondok yang tumbuh subur di perairan Situ Bagendit, dan kurangnya wahana-wahana permainan modernisasi.

Menurut Wawan Kulnaedin Kepala Pelaksana Unit (UPT) Situ Bagendit, eceng gondok yang tumbuh di perairan situ ini bukan hanya mengurangi keindahan alam tetapi juga menjadi tantangan besar dalam perawatan dan pengelolaan objek wisata. Meskipun telah dilakukan upaya pembersihan dengan alat manual, hasilnya tidak maksimal karena eceng gondok tumbuh kembali dengan cepat.

“Kami telah mengajukan proposal untuk mendapatkan alat yang lebih efektif dan efisien untuk menghancurkan eceng gondok ini. Kami berharap tahun 2026 nanti proposal kami dapat terealisasi,” ungkap Wawan Kulnaedin Kepala Pelaksana Unit (UPT) Situ Bagendit.

Selain masalah eceng gondok, kata Wawan, Situ Bagendit juga menghadapi tantangan lain dalam upayanya menjadi destinasi wisata go internasional. Salah satu kendala utama adalah kurangnya daya tarik atau magnet yang dapat menarik pengunjung. Pengelola Situ Bagendit berencana untuk menambah wahana-wahana permainan modernisasi, seperti waterboom dan kereta gantung untuk meningkatkan daya tarik objek wisata ini.

“Kami ingin Situ Bagendit menjadi destinasi wisata yang dapat bersaing dengan objek wisata lain yang dikelola oleh pihak swasta. Untuk itu, kita perlu penambahan wahana-wahana yang dapat menarik pengunjung,” ujarnya.

Dengan demikian, upaya untuk menjadikan Situ Bagendit sebagai destinasi wisata go internasional tidak hanya memerlukan perawatan dan pengelolaan yang baik tetapi juga penambahan fasilitas dan wahana yang dapat meningkatkan daya tarik objek wisata ini.

BG

Screenshot_20250605-112312

Dana Pemeliharaan Sarpras SMK Nurul Huda Baros Dipertanyakan

Media74.id

 

Serang-

Program bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP), idealnya di alokasikan secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab.

Namun tidak demikian hal nya yang terjadi di SMK Nurul Huda, tepatnya di Jalan Pandeglang, Kampung Sawah Desa Sukamanah Kecamatan Baros Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan menyebutkan bahwa di SMK Nurul Huda tidak terpampang papan informasi alokasi dana BOSP maupun aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah (ARKAS).

Selain itu, biaya pemeliharaan sarana dan prasarana (Sarpras) SMK Nurul Huda pada situs resmi Kemendikbud untuk setiap tahunnya boleh di bilang cukup fantastis, yaitu pada tahun anggaran (T.A) 2023 senilai 259.848.600 rupiah dan untuk T.A 2024 senilai 376.044.600.

Namun, Kepala Sekolah SMK Nurul Huda, Aep Safullah, berulang kali di temui awak media belum berhasil di temui.

Menanggapi hal itu, pegiat pemerhati anggaran pemerintah, Ilyas, pihaknya sangat menyayangkan terhadap kurangnya transparansi alokasi anggaran di lingkungan sekolah.

" Padahal, semestinya pihak sekolah SMK Nurul Huda memasang papan informasi alokasi BOSP agar penggunaan anggaran setiap komponen nya di ketahui oleh publik. Dan prilaku tertutup bisa saja menimbulkan asumsi adanya indikasi penyimpangan anggaran " tandasnya.

Sesep

Screenshot_20250703-170315

Karo Ops Jawa Barat Resmi Buka Giat Latpraops Garuda Lodaya 2025 Di GOR Voli Stadion Jalak Harupat

Media74.id

Jawa Barat

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Laode Aries El Fathar, S.I.K., secara resmi membuka kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Garuda Lodaya-2025 yang diselenggarakan di GOR Voli Stadion Jalak Harupat. Kamis (03/07/2025).

Latpraops ini digelar sebagai langkah awal dalam rangka mengamankan turnamen sepak bola berskala nasional yaitu Piala Presiden 2025, yang akan berlangsung pada tanggal 4 hingga 14 Juli 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Utama Polda Jabar, Kapolresta Bandung, serta personel yang akan terlibat langsung dalam operasi pengamanan.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Laode Aries El Fathar menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penting ini serta menekankan urgensi kesiapan aparat dalam menghadapi potensi kerawanan selama berlangsungnya event.

Karo Ops menegaskan bahwa Piala Presiden merupakan turnamen dengan daya tarik luar biasa, yang melibatkan banyak pihak dan mengundang kedatangan massa dari berbagai daerah. Maka dari itu, pengamanan yang dilakukan tidak hanya harus solid, namun juga terkoordinasi, terlatih, dan profesional.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H juga menyampaikan bahwa Latpraops Garuda Lodaya-2025 bertujuan mempersiapkan strategi komprehensif serta meningkatkan kesiapsiagaan aparat, baik secara teknis maupun taktis. Hal ini penting mengingat kerawanan yang berpotensi muncul tidak hanya dari kerusuhan suporter, tetapi juga ancaman-ancaman lain yang bersifat dinamis.

Sedangkan dalam arahannya, Laode Aries menekankan empat fokus utama dalam pelaksanaan latihan yaitu pertama Penyusunan rencana operasi terperinci, mulai dari pengamanan stadion, jalur distribusi suporter, hingga titik rawan di luar area pertandingan Kedua Peningkatan koordinasi antar satuan tugas, termasuk kerja sama dengan TNI, Pemda, panitia pelaksana, dan elemen masyarakat lainnya.

"Ketiga Manajemen lalu lintas dan antisipasi kemacetan, dengan perencanaan rekayasa lalu lintas yang matang serta
Keempat Kesiapsiagaan darurat, termasuk pemanfaatan teknologi seperti CCTV, drone, dan posko center sebagai sistem kontrol dan monitoring." ujarnya.

Kombes Hendra mengungkapkan bahwa Pengamanan yang dirancang tidak hanya bersifat reaktif, namun juga harus prediktif dan proaktif. "Kita harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi selama Piala Presiden berlangsung,” tegasnya.

Karo Ops Polda Jabar menyampaikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh peserta latihan yaitu pahami dan kuasai SOP sebagai acuan utama dalam pelaksanaan operasi,
Tingkatkan kewaspadaan juga kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi serta tampilkan sikap dan etika sebagai anggota Polri di tengah masyarakat.

Yanto/Parno